Senin 02 Oct 2023 13:18 WIB

Taiwan Disebut Jadi Tujuan Baru Wisata Ramah Muslim

Konsep wisata halal sedang trend di berbagai negara.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Turis mengunjungi salah satu objek wisata di Xiang Shan di Taipei, Taiwan. Negara Taiwan terus berusaha menggaet turis yang lebih beragam dengan mengembangkan sisi wisata halal.
Foto: EPA
Turis mengunjungi salah satu objek wisata di Xiang Shan di Taipei, Taiwan. Negara Taiwan terus berusaha menggaet turis yang lebih beragam dengan mengembangkan sisi wisata halal.

REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR -- Industri wisata halal atau wisata ramah Muslim saat ini konsep yang diincar oleh berbagai negara. Seiring dengan perkembangan halal sebagai tren global, wisatawan Muslim dunia kini dianggap sebagai potensi pasar yang sangat besar menyusul jumlahnya yang terus meningkat.

Peluang wisata halal pun tidak hanya menjadi perhatian bagi negara-negara dengan mayoritas agama Islam. Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan, contohnya, termasuk yang serius menggarap hal ini.

Baca Juga

Direktur Administrasi Pariwisata Taiwan di kantor Kuala Lumpur, Abe Chou, menyebut Taiwan adalah tujuan baru bagi wisatawan Muslim. Karena itu, muncullah kampanye yang disebut ‘Salam Taiwan’ untuk memperkenalkan lebih banyak informasi tentang pariwisata ramah Muslim.

“Kami memiliki sekitar 300 restoran ramah Muslim di Taiwan bagi umat Muslim untuk menikmati beragam makanan, seperti mi daging sapi halal dan menu ikan yang sangat direkomendasikan," ujar dia dikutip di Borneo Bulletin, Senin (2/10/2023).

Tidak hanya itu, Chou juga menyebut pihaknya telah menyediakan beragam fasilitas untuk umat Islam. Dirinya merasa negara harus menawarkan lebih banyak informasi untuk mengubah persepsi umat Muslim utamanya terhadap Taiwan.

Informasi tersebut ia sampaikan dalam agenda Sabre Brunei Travel Fair di OneCity Shopping Center. Pria yang memegang wilayah Malaysia, Filipina, Indonesia dan Brunei ini pun menyebut ada perbedaan antara pengunjung Malaysia Travel Fair di Kuala Lumpur dan Brunei Travel Fair.

Menurut dia, pengunjung di Malaysia lebih banyak membeli paket perjalanan. Sedangkan di Brunei, pengunjung lebih cenderung membeli tiket pesawat secara langsung.

Terkait salah satu inisiatif negara tersebut dalam mempromosikan Taiwan sebagai destinasi Muslim, adalah dengan melakukan kolaborasi bersama selebriti Malaysia. Hal ini mulai dilakukan pada 2018 dengan menggandeng Mira Filzah, serta dilanjutkan bersama Ayda Jebat pada tahun ini.

Chou lantas mengatakan saat ini telah tersedia penerbangan langsung dari Brunei ke Taiwan. Bukan hanya itu, ia juga menyebut di Taiwan kini telah tersedia sembilan masjid, yang mana tiga di antaranya berlokasi di Taipei.

Lebih banyak acara akan diselenggarakan untuk mempromosikan destinasi Muslim baru setiap musim, tidak hanya di pameran perjalanan. “Taiwan adalah destinasi baru dan ramah bagi warga Brunei, jadi saya ingin mengundang lebih banyak wisatawan Brunei ke Taiwan," kata Chou.  

Sumber:

https://borneobulletin.com.bn/taiwan-a-new-muslim-destination-says-tourism-administration-director/

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement