Rabu 04 Oct 2023 08:23 WIB

Arab Saudi Kerahkan 240 Stasiun Pantau Kualitas Udara

Informasi ini membantu warga menghindari daerah dengan kualitas udara buruk.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pusat Nasional untuk Kepatuhan Lingkungan (NCEC) Arab Saudi telah menyediakan indikator langsung untuk memantau kualitas udara.
Foto: Saudi Gazette
Pusat Nasional untuk Kepatuhan Lingkungan (NCEC) Arab Saudi telah menyediakan indikator langsung untuk memantau kualitas udara.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pusat Nasional untuk Kepatuhan Lingkungan (NCEC) Arab Saudi telah menyediakan indikator langsung untuk memantau kualitas udara. Informasi ini diperbarui setiap lima menit.

Sebanyak 240 stasiun yang telah tersebar di semua wilayah dan kota di Arab Saudi dikerahkan untuk memantau kualitas udara. Indikator kualitas udara didapat dari data pada 22 komponen udara, termasuk partikel tersuspensi yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Baca Juga

Fitur ini akan membantu masyarakat mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari daerah dengan kualitas udara yang buruk. Pengawas proyek di NCEC Ali Al-Qarni, menyatakan distribusi stasiun pemantauan kualitas udara dilakukan sesuai dengan mekanisme yang memperhitungkan kepadatan penduduk, dan distribusi kota industri dan fasilitas dengan dampak lingkungan, untuk memastikan komponen udara tetap pada tingkat yang aman untuk kesehatan.

NCEC mengambil prosedur yang diperlukan sesegera mungkin jika stasiun memantau indikator polusi udara yang tinggi, selain berurusan dengan sumber sesuai dengan peraturan eksekutif untuk Hukum Lingkungan yang memastikan penghentian sumber emisi polutan udara.

Al-Qarni mengonfirmasi pembuatan situs web di mana lokasi stasiun pemantauan udara di semua wilayah Kerajaan telah ditempatkan, sehingga masyarakat dapat mengakses sepanjang waktu untuk menindaklanjuti indeks kualitas udara.

Dia mengatakan mereka juga akan meluncurkan aplikasi seluler untuk mengikuti hasil dari stasiun pemantauan secara langsung. Ini akan memberikan rekaman langsung dari kamera yang terletak di sekitar stasiun, dengan kemungkinan publik menerima hasilnya pada saat yang sama.

"Bagian dari stasiun bergerak dan dapat didistribusikan setelah mengidentifikasi area yang paling membutuhkan, dengan fokus pada kota-kota industri, di mana kami bekerja dengan mitra kami untuk menyediakan mereka dengan laporan berkala yang memungkinkan pihak berwenang dan perusahaan untuk mengambil keputusan yang diperlukan, untuk menjaga kualitas udara dengan mengatasi polusi yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan mereka,” jelas Al-Qarni dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (4/10/2023).

Al-Qarni mengatakan hasil indikator kualitas udara sering diminta oleh pemerintah dan lembaga swasta dan individu karena beberapa alasan. "Indeks kualitas udara mencari lima elemen dasar, berfokus pada partikel tersuspensi yang kita hirup tetapi tidak kita rasakan," ujar Al-Qarni.

Ia menambahkan itu juga mengukur 22 elemen, termasuk ozon, suhu, kelembaban dan angin menjadikannya proses terpadu untuk mengukur kualitas udara.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement