Kamis 19 Oct 2023 19:30 WIB

Saudi Luncurkan Bus Antarkota Hubungkan 200 Kota

Potensi proyek ini menghasilkan lebih dari 35 ribu lapangan kerja.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Transportasi umum bus di Makkah, Arab Saudi.
Foto: Arab News
Transportasi umum bus di Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menandai tonggak penting dalam sektor transportasi dan logistik dengan diresmikannya layanan bus antarkota. Tujuannya  menghubungkan 200 kota dan provinsi di seluruh wilayah kerajaan.

Inisiatif ini, yang merupakan kolaborasi antara Arab Saudi dan mitra internasional, berupaya menawarkan layanan bus penumpang yang komprehensif. Tiga mitra global utama akan mempelopori operasi ini di wilayah konsesi yang ditentukan melalui 76 rute, seperti dilansir Gulf News, Kamis (19/10/2023).

Baca Juga

Mereka siap melayani lebih dari enam juta penumpang setiap tahunnya dengan armada modern. Bus-bus dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan.

Proyek ini terutama bertujuan memberikan pilihan transportasi yang beragam kepada para komuter, memfasilitasi transit antarkerajaan yang lebih lancar, mengurangi emisi karbon, meningkatkan langkah-langkah keselamatan, dan mengurangi lalu lintas jalan raya.

Menteri Transportasi dan Logistik dan Ketua Dewan Direksi Otoritas Umum Transportasi (TGA) Saleh Al Jasser mengatakan potensi proyek ini menghasilkan lebih dari 35 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung serta meningkatkan PDB sebesar 3,2 miliar riyal Saudi.

"Sejak dimulainya Strategi Nasional Layanan Transportasi dan Logistik oleh Putra Mahkota Arab Saudi telah menyaksikan perkembangan besar di semua sektor transportasi dan logistik," kata Al Jasser.

Dia juga menekankan adanya lonjakan aktivitas transportasi yang signifikan sebesar 46 persen selama tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Aspek penting dari inisiatif ini adalah keberhasilannya sebagai proyek investasi asing pertama di bidang transportasi bus di Kerajaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar layanan dan memperkuat kolaborasi sektor swasta.

Al Jasser menegaskan upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan layanan, meningkatkan daya saing, mengintegrasikan berbagai moda transportasi, dan memperkenalkan solusi transportasi canggih dan berkelanjutan. Pemahaman penting tentang aliansi dan wilayah operasional mereka, yang selaras dengan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional, dibagikan pada acara tersebut.

Salah satu tujuan penting strategi ini adalah meningkatkan penggunaan transportasi umum dari 1 persen menjadi 15 persen pada tahun 2030, dan yang terpenting, mengurangi emisi karbon dari transportasi sebesar 25 persen pada tahun yang sama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement