Sabtu 21 Oct 2023 19:20 WIB

Kuota Haji Bertambah 20 Ribu, Menag: Kebahagiaan Sekaligus Tantangan

Indonesia saat ini miliki 600 ribu antrian haji lansia.

Jamaah haji lansia dan berkebutuhan khusus dalam proses pengantaran ke hotel masing-masing setelah safari wukuf beberapa hari lalu, Sabtu (1/7/2023).
Foto: Republika/Fuji E Permana
Jamaah haji lansia dan berkebutuhan khusus dalam proses pengantaran ke hotel masing-masing setelah safari wukuf beberapa hari lalu, Sabtu (1/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan tambahan 20 ribu kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia bakal memangkas antrean haji di Tanah Air.

"Ini kebahagiaan sekaligus tantangan," ujar Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/10/2023).

Baca Juga

Sebelumnya, Indonesia mendapat tambahan 20 ribu kuota haji untuk tahun 2024, dari pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman al-Saud.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN-GCC di Riyadh, pada Jumat, Jokowi menyampaikan secara terus terang tentang panjangnya antrean haji di Indonesia dengan adanya jamaah yang bahkan harus menunggu hingga 47 tahun.

Menurut Menag Yaqut, tambahan kuota ini menjadi kabar baik, namun di sisi lain juga menjadi tantangan karena harus disiapkan lebih baik dan cepat lagi.

Dengan penambahan ini maka total jamaah yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebanyak 241 ribu orang untuk penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.

"Ini harus disiapkan lebih baik lagi. Tidak mudah menyiapkan keberangkatan 241 ribu orang, kalau ada tambahan 20 ribu," kata dia.

Yaqut mengaku pihaknya telah menggelar rapat virtual dengan jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Mereka diminta untuk segera menyiapkan langkah seiring adanya penambahan kuota haji agar bisa didistribusikan secara berkeadilan.

"Nantinya tetap ada prioritas lansia. Jumlahnya saat ini kurang lebih ada 600 ribu orang lansia. Saya ingin ini supaya mereka juga bisa menjadi prioritas," kata Yaqut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement