Kamis 30 Nov 2023 12:55 WIB

WNI di Taiwan Kini Bisa Daftar Haji Online

Layanan pendaftaran haji serupa sudah tersedia di Malaysia dan Hong Kong.

 Jamaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal atau memilih meninggalkan Mina 12 Dzulhijjah atau 30 Juni 2023 mulai diberangkatkan menuju Makkah guna melanjutkan prosesi tahapan haji berikutnya. Pendorongan terbagi menjadi dua waktu yakni diberangkatkan pada pagi hari pukul 05.00-09.00 dan sisanya 13.00-16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Foto: Agung Sasongko/Republika
Jamaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Awal atau memilih meninggalkan Mina 12 Dzulhijjah atau 30 Juni 2023 mulai diberangkatkan menuju Makkah guna melanjutkan prosesi tahapan haji berikutnya. Pendorongan terbagi menjadi dua waktu yakni diberangkatkan pada pagi hari pukul 05.00-09.00 dan sisanya 13.00-16.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyiapkan layanan pendaftaran haji secara online bagi diaspora Indonesia yang ada di Taiwan.

"Sebelumnya, layanan pendaftaran haji serupa sudah tersedia untuk diaspora Indonesia di Malaysia dan Hong Kong," kata anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander dalam keterangan persnya di Makassar, Rabu (30/11/2023).

Baca Juga

Dia mengatakan, kegiatan silaturahim haji bagi warga Muslim Indonesia mulai dari mahasiswa, ekspatriat, dan diaspora Indonesia di Taiwan, dengan tujuan mensyiarkan kewajiban menunaikan ibadah haji dan menyosialisasikan layanan kemudahan pendaftaran haji secara online bagi diaspora Indonesia di luar negeri.

Menurut dia, hal ini merupakan salah satu program BPKH untuk memudahkan umat Islam dalam mendaftar haji tidak terkecuali untuk warga Muslim Indonesia yang berada di luar negeri. Kegiatan sosialisasi di Taiwan dilaksanakan di dua kota, yaitu Taichung pada Jumat (24/11/2023) dan Taipei pada Sabtu (25/11/2023) lalu.

 

"Layanan ini diharapkan mampu menjadi solusi kemudahan perencanaan ibadah haji bagi para saudara kita diaspora Indonesia di luar negeri dan mewujudkan harapan dapat memberikan porsi haji bagi diaspora dan keluarganya di Indonesia," ujar Harry.

BPKH juga mengharapkan dukungan dari para stakeholder dan komunitas perhajian Indonesia untuk terus meningkatkan dan memberikan kemudahan layanan pendaftaran haji bagi seluruh masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan menjelaskan, diaspora Indonesia di Taiwan sudah dapat membuka rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) dan pembayaran setoran awal porsi haji regular melalui aplikasi Muamalat DIN.

“Diaspora Indonesia yang berada di luar negeri tak perlu pulang ke Indonesia dulu jika ingin mendaftar haji. Berkat sinergi dengan Kementerian Agama dan BPKH saat ini pendaftaran haji sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Muamalat DIN. Sebagai bank pertama murni syariah kami siap mengakomodasi kebutuhan pendaftaran haji bagi saudara-saudara kita yang ada di Taiwan,” katanya.

Indra menjelaskan, Kementerian Agama turut mendukung inisiatif ini dengan memberikan akses bagi Bank Mualamat sehingga sistem pendaftaran haji Kementerian Agama (Siskohat dan Haji Pintar) bisa dilakukan di luar negeri. Selain itu, Bank Muamalat juga sudah bersinergi dengan BPKH dalam hal transparansi informasi terkait nilai manfaat dana haji yang disetor.

Aplikasi BPKH Virtual Account (BPKH VA) telah terhubung dengan aplikasi Muamalat DIN. Melalui sinergi ini, calon jamaah haji baik nasabah Bank Muamalat maupun non-nasabah dapat menggunakan menu Bank Haji di Muamalat DIN untuk melihat nilai manfaat setoran haji terkini.

Sinergi BPKH bersama Bank Muamalat juga mendapat dukungan dari Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan, Organisasi Masyarakat dan Komunitas Masyarakat Indonesia di Taiwan yang diharapkan mampu meningkatkan kemaslahatan bagi umat khususnya masyarakat diaspora Indonesia di Taiwan. BPKH juga mengharapkan program ini dapat disambut baik oleh masyarakat diaspora Indonesia di Taiwan.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement