Kamis 30 Nov 2023 18:10 WIB

Kata Calon Jamaah Haji Soal Biaya Haji yang Lebih Mahal Dibanding Tahun Lalu

Pelayanan haji harus semakin ditingkatkan.

Rep: Mabruroh/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi pelaksanaan haji.
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Ilustrasi pelaksanaan haji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI, menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 sebesar Rp 93,4 juta. Sehingga biaya yang harus dibayarkan oleh calon jamaah haji sebesar Rp 56 juta, dengan dikurangi setoran awal Rp 25 juta.

Biaya yang dibebankan kepada jamaah tersebut lebih mahal bila dibandingkan tahun sebelumnya yang tidak sampai Rp 50 juta.

Baca Juga

Seorang calon jamaah haji asal Bogor, Ibu Sri (60) mengaku bisa memahami kenaikan tersebut. Dirinya juga telah menyiapkan kemungkinan-kemungkinan kenaikan itu sejak awal.

“Melihat dari kenaikan setiap tahun, terutama tiga tahun terakhir, saya sudah memperkirakan biaya haji saat berangkat sekitar 55-60 jutaan.  Karena sudah menyiapkan biayanya, jadi tidak terlalu membebankan,” ujar ibu Sri yang akan berangkat haji bersama suaminya, Hadi (65) tahun depan. 

 

Kendati demikian, ibu Sri berharap, kenaikan yang cukup signifikan dari tahun lalu, Rp 49 juta menjadi Rp 56 juta, harus dibarengi dengan peningkatan layanan yang lebih pasti dan terjamin.

“Ya harapannya dengan kenaikan biaya, fasilitas dan layanan akan lebih baik dari tahun lalu,” ujar ibu Sri kepada Republika, Kamis (30/11/2023).

Menurut Ibu Sri, ibadah Haji merupakan ibadah wajib bagi mereka-mereka yang mampu, baik secara finansial maupun fisik. Sehingga sejak mendaftar 10 tahun yang lalu, ia dan suami tidak lepas begitu saja. Sri dan suami terus menabung setiap bulannya.

“Haji itu diperintahkan bagi mereka yang mampu, baik materi dan fisik. Sehingga sejak mendaftar memang sudah mempersiapkan anggaran untuk biaya haji dengan menabung setiap bulan,” tuturnya.

“Sebagai calhaj, saya lebih banyak menyiapkan diri secara pribadi untuk kesiapan ibadah disana baik fisik dan bekal ilmu melalui manasik. Saya percaya pemerintah akan memperbaiki atau meningkatkan kualitas layanan dari tahun sebelumnya. Mendengar penjelasan ketika manasik dari KBIH yang saya ikuti, jamaah selalu puas setiap tahunnya. Sehingga tidak terlalu khawatir dengan layanan di Saudi nantinya,” jelas Ibu Sri

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement