Jumat 01 Dec 2023 09:58 WIB

Biaya Haji 2024 Naik, Calhaj: Semoga Allah Meluaskan Rezeki

Calon jamaah haji berharap fasilitas yang diberikan pemerintah sepadan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Keluarga melepas keberangkatan jamaah calon haji kloter 48 menuju Embarkasi Solo di Pendopo Parasamya Bantul, Yogyakarta, Rabu (7/6/2023). Sebanyak 360 orang yang terdiri dari 353 jamaah calon haji dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) Aisiyah serta 7 petugas asal Kabupaten Bantul yang tergabung dalam kloter 48 dilepas menuju Embarkasi Solo. Kloter 48 ini termasuk dalam pemberangkatan ibadah haji gelombang kedua yang akan mendarat di Jeddah.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Keluarga melepas keberangkatan jamaah calon haji kloter 48 menuju Embarkasi Solo di Pendopo Parasamya Bantul, Yogyakarta, Rabu (7/6/2023). Sebanyak 360 orang yang terdiri dari 353 jamaah calon haji dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) Aisiyah serta 7 petugas asal Kabupaten Bantul yang tergabung dalam kloter 48 dilepas menuju Embarkasi Solo. Kloter 48 ini termasuk dalam pemberangkatan ibadah haji gelombang kedua yang akan mendarat di Jeddah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada usianya yang masih terbilang muda, Yurisch Subyanita (38 tahun), mengaku sangat beruntung menjadi calon jamaah haji yang akan diberangkatkan oleh Kementerian Agama pada 2024. Yurisch, sapaan akrab wanita asal Yogyakarta ini, mendapatkan kabar keberangkatannya sejak Agustus lalu.

“Bahkan, pemberitahuan awal ketika ada undangan keberangkatan haji sejak Agustus kemarin, dari Kemenag Rp 65 juta per jiwa,” ujar Yurisch seraya menyinggung soal kenaikan ongkos haji yang baru bebarapa waktu lalu disepakati pemerintah bersama DPR RI.

Baca Juga

Menurut Yurisch, kenaikan biaya haji 2024 sangat signifikan dibandingkan biaya haji 2023 sebesar Rp 49 juta. Artiny, ada penambahan sekitar Rp 7 juta bagi calon jamaah haji yang terpilih berangkat pada 2024.

BACA JUGA: Surat Yasin Lengkap 83 Ayat Arab, Latin, dan Terjemahan

 

“Selisih Rp 7 juta, menurut saya lumayan signifikan. Karena calon jamaah haji masih harus mengeluarkan biaya untuk persyaratan-persyaratan lain yang tidak termasuk dalam biaya haji itu. Misal, pembuatan paspor, medical check up dan suntik meningitis. Jika ditotal jadi jutaan juga,” tuturnya kepada Republika, Jumat (1/12/2023).

“Menurut informasi penyebab kenaikan ini kan kenaikan kurs dan penambahan pelayanan. Saya kurang tahu pasti sebesar apa kenaikan kurs ini. Jika memang sedemikian besarnya kenaikannya, mau bilang apa lagi. Cuma bisa berharap Allah SWT meluaskan rezeki,” kata wanita, yang nantinya akan ikut rombongan haji asal Kalimantan tersebut.

Yurisch berharap kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ini dibarengi dengan peningkatan layanan dan fasilitas bagi calon jamaah. Yurisch percaya pemerintah tentu sudah menyiapkan daftar layanan apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk jamaah haji 2024.

“Semoga saja pelayanan tambahan ini benar-benar real, worthy, dan sepadan sesuai yang dibayarkan. Kita yakin saja pemerintah Indonesia pasti akan memberikan yang terbaik untuk semua calon jamaah haji,” katanya.

BACA JUGA: Bacaan Doa Sesudah Sholat Dhuha Arab, Latin, dan Terjemahan

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement