Jumat 01 Dec 2023 16:10 WIB

Dianggap Gerakan Ekstremis, Rusia Resmi Larang LGBT

Hakim mengatakan perintah itu harus segera dilaksanakan.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi.
Foto: EPA/IAN LANGSDON
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Mahkamah Agung Rusia pada Kamis (30/11/2023) resmi melarang gerakan LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) internasional di negaranya. MA menegaskan, LGBT merupakan kelompok ekstremis.

Dilansir dari TRT World, Jumat (1/12/2023), Hakim Oleg Nefedov memutuskan gerakan publik LGBT internasional dan subdivisinya adalah ekstremis. Ia pun mengeluarkan larangan aktivitas gerakan tersebut di wilayah Rusia.

Baca Juga

Sidang berlangsung secara tertutup dan tanpa ada pembelaan. Tidak ada perwakilan dari gerakan LGBT internasional yang hadir selama persidangan. Mereka hanya diwakilkan pengacara dari Kementerian Kehakiman. Kurang dari 10 orang telah berkumpul di luar pengadilan. 

Hakim mengatakan perintah itu harus segera dilaksanakan, meskipun beberapa LSM mengatakan akan ada penundaan birokrasi. Jika diterapkan pada individu, label ekstremis berarti gay, lesbian, transgender atau orang-orang aneh yang tinggal di Rusia dapat menghadapi hukuman penjara bertahun-tahun.

 

Anggota parlemen Pyotr Tolstoy mengatakan ini adalah peristiwa bersejarah karena negaranya telah melanggar batas pada hal paling "suci" yang ada di dunia liberal.

Gereja Ortodoks, yang dipimpin oleh sekutu Presiden Vladimir Putin, Patriark Kirill, menyambut baik langkah tersebut. "Ini adalah bentuk pertahanan diri moral masyarakat," ujar seorang pejabat untuk Patriarkat Moskow Vakhtang Kipshidze. 

Di Chechnya, mayoritas Muslim diperintah oleh Ramzan Kadyrov, yang mengeklaim wilayah itu secara eksklusif heteroseksual, pejabat di sana juga memuji langkah tersebut.

"Rusia telah menunjukkan sekali lagi bahwa baik Barat kolektif maupun Amerika Serikat tidak akan merampas hal terpenting dari semuanya, identitas agama dan nasional," kata Menteri Akhmed Dudaev.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement