Senin 04 Dec 2023 17:38 WIB

Uni Eropa Puji Mesir Mendukung Bantuan Kemanusiaan Palestina

Mesir dinilai sebagai pilar yang kuat dalam konflik Palestina-Israel.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Relawan dari organisasi kemanusiaan Qatar dan Bulan Sabit Merah Mesir membongkar bantuan yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza di bandara Arish Mesir di utara Sinai, Mesir, Ahad (19/11/2023).
Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Relawan dari organisasi kemanusiaan Qatar dan Bulan Sabit Merah Mesir membongkar bantuan yang ditujukan untuk warga Palestina di Jalur Gaza di bandara Arish Mesir di utara Sinai, Mesir, Ahad (19/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO — Kepala delegasi Uni Eropa ke Mesir, Annie Choi, memuji peran Kairo dalam memfasilitasi kedatangan bantuan kemanusiaan di Gaza. Choi juga menyambut baik peran Mesir dalam negosiasi perdamaian.

Choi membuat pernyataan selama pembukaan inisiatif "Pemuda untuk Menghidupkan Kembali Kemanusiaan" di Sharm El-Sheikh. Inisiatif ini termasuk dalam kegiatan Forum Pemuda Dunia edisi kelima, yang berlangsung dari 3-5 Desember.

Baca Juga

Choi menggambarkan forum itu sebagai luar biasa dan memuji Mesir sebagai pilar yang kuat dalam konflik Palestina-Israel. Choi menekankan bahwa misi pihak Mesir sama sekali tidak mudah, tetapi itu mencapai hasil.

Choi meminta kaum muda untuk melihat lebih luas apa yang terjadi di dunia, mencatat bahwa sistem global menghadapi situasi yang kompleks.

 

Dia mengamati bahwa perang sekarang melibatkan teroris, minoritas, dan pemberontak, yang mungkin berada di dalam perbatasan negara. Itu membuat negosiasi damai dengan semua pihak menjadi kompleks.

“Begitu perang pecah, sulit untuk mengakhirinya. Oleh karena itu, tindakan yang paling penting adalah membantu menghindari konflik,” kata Choi, dilansir dari Arab News pada Senin (4/12/2023).

Choi menunjukkan bahwa dia telah menghabiskan hampir 10 tahun bernegosiasi untuk perdamaian.

Sementara itu, peserta dalam sesi di Sharm El-Sheikh, menekankan pentingnya mencapai perdamaian yang komprehensif, adil, dan berkelanjutan di semua bagian dunia.

Mereka menyerukan perlunya menangani dan menghilangkan akar hambatan yang menghalangi perdamaian, sambil menekankan pentingnya media dan kesadaran budaya dalam mencapai tujuan ini.

Forum Pemuda Dunia memprakarsai "Pemuda untuk Menghidupkan Kembali Kemanusiaan" untuk mengadvokasi perdamaian global, sambil menekankan peran pemuda dalam menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan.

Sumber:

https://www.arabnews.com/node/2419716/middle-east

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement