Ahad 10 Dec 2023 22:20 WIB

Strategi Penyelenggaraan dan Tantangan Istithaah Kesehatan Haji 2024

Ada beberapa strategi penyelenggaraan kesehatan haji 2024.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kerja Pemeriksaan Kesehatan Haji pada Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Muhammad Imran Saleh Hamdani, menyampaikan strategi penyelenggaraan kesehatan haji 2024 dan tantangan  istithaah kesehatan haji. 

Imran mengatakan, ada beberapa strategi penyelenggaraan kesehatan haji 2024. Di antaranya penegakan istithaah kesehatan jamaah haji sejak di Tanah Air. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan haji di Tanah Air dan Arab Saudi. Penguatan pos kesehatan satelit di hotel.

Baca Juga

"Dan pengadaan alat-alat kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), penguatan promosi kesehatan berbasis Tenaga Kesehatan Haji (TKH) dan Sektor, penguatan sistem komputerisasi haji terpadu kesehatan (Siskohatkes)," kata Imran dalam acara Grand Opening Webinar Nasional Manasik Kesehatan Haji 1445 H yang digelar Forum Perawat Kesehatan Haji Indonesia (FPKHI), Ahad (10/12/2023) 

Imran mengatakan, untuk mencapai istithaah kesehatan jamaah haji dilakukan upaya pembinaan kesehatan dengan fokus utama pada peningkatan kebugaran fisik dan kesehatan jiwa. Upaya pelayanan kesehatan dengan fokus utama pengendalian faktor risiko kesehatan.

 

"Upaya perlindungan kesehatan dengan fokus utama pencegahan penyakit pada jamaah haji," ujar Imran.

Mengenai tantangan istithaah kesehatan haji 2024, Imran mengatakan di antaranya kuota haji Indonesia mencapai 241.000 jamaah dengan prioritas jamaah lansia. Jamaah haji lansia tanpa pendamping, penetapan istithaah kesehatan sebelum pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), dan beragamnya pemahaman jamaah haji tentang istithaah kesehatan dalam ibadah haji.

Ia juga menyampaikan tujuan penyelenggaraan kesehatan haji berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016. Pertama, mencapai kondisi istithaah kesehatan jamaah haji. Kedua, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji.

Ketiga, menjaga agar jamaah haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, perjalanan dan Tanah Suci. Keempat, mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar atau masuk Indonesia oleh jamaah haji. Kelima, memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement