Rabu 20 Dec 2023 17:16 WIB

KNEKS: Pentingnya Data Ekspor Produk Halal

Data ekspor produk halal menjadi salah satu indikator penting.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Muhammad Hafil
Kawasan industri halal. Ilustrasi
Foto: MCIE
Kawasan industri halal. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Putu Rahwidhiyasa mengatakan, data ekspor produk halal menjadi salah satu indikator penting dalam membuat peringkat Ekonomi syariah Indonesia di kancah global melalui laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE). Total perdagangan produk halal Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2023 mencapai 53,43 miliar dolar AS atau Rp 82.85 triliun. Dari jumlah tersebut, ekspor produk halal Indonesia tercatat sebesar  42,33 miliar dolar AS atau Rp 65.64 trilun dan impor sebesar  11,10 miliar dolar AS atau Rp 17 triliun.

"Indonesia telah dicanangkan menjadi pusat produsen halal dunia, sehingga data ekspor produk halal Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang harus disepakati bersama," ujarnya  dalam acara Media Briefing Kinerja Ekspor Produk Halal Indonesia  di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (19/12/2023) kemarin.

Baca Juga

Berbagai capaian ekspor produk halal Indonesia tidak lepas dari kolaborasi antar 14 Kementerian/Lembaga yang tergabung dalam Pokja, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah, Badan Usaha Milik Negara/BUMN, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal/BPJPH, Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, Kadin Indonesia, Indonesia Eximbank, serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir/LPDB satuan kerja Kementerian UKM.  

Kemudian Bank Indonesia juga memiliki program Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di tiga wilayah (Jawa, Sumatra, dan Kawasan Timur Indonesia) sebagai wadah untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, serta menjawab tantangan terkait inklusi ekonomi dan keuangan syariah serta digitalisasi. Termasuk percepatan Ekspor Produk Halal. 

“FESyar dan rangkaian Road to ISEF ini puncaknya adalah Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), dimana rangkaian kegiatan tersebut tahun ini berhasil mencapai nilai realisasi dan komitmen transaksi ekspor produk halal sebesar  19,2 juta dolar AS untuk produk makanan dan minuman halal, rempah-rempah, farmasi dan fesyen muslim,"  ujar Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Arief Hartawan.

 

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement