REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jamaah umroh angkatan pertama yang diperintahkan untuk ditampung pada 2024, sebagai bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah, dan Visitasi, tiba di Madinah. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi.
Dilansir di Al Riyadh Daily, Jumat (5/1/2024), jamaah yang tiba mencakup 250 tokoh Islam berpengaruh dari 14 negara Asia Timur. Mereka berasal dari Malaysia, Filipina, Indonesia, Taiwan, Myanmar, Vietnam, Laos, Hong Kong, Jepang, Brunei, Thailand, Republik Korea, Kamboja, dan Mongolia.
Kedatangan 1.000 jamaah umroh gelombang kedua dan ketiga dijadwalkan tiba pada Jumat (5/1/2024). Hal ini melengkapi kedatangan 1.000 jamaah umroh yang dipesan untuk dijamu.
Setibanya di Madinah, para tamu menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dan Yang Mulia Putra Mahkota. Mereka juga menyampaikan pengabdian pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mencerminkan komitmen mereka dalam mengabdi pada Islam dan umat Islam.
Sekretariat Jenderal Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci Haji, Umroh dan Kunjungan telah menyiapkan program yang memungkinkan para tamu mengunjungi Masjid Nabawi, Masjid Quba dan situs bersejarah di Madinah sebelum berangkat ke Makkah untuk menunaikan umroh.