Kamis 11 Jan 2024 17:33 WIB

Menag Minta Layanan Haji Berorientasi pada Jamaah, Lansia Masih Jadi Fokus Utama

Haji Ramah Lansia masih jadi fokus utama penyelenggaraan haji 2024

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat teken kesepakatan haji 2024 beberapa waktu lalu.
Foto: Dok Istimewa
Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat teken kesepakatan haji 2024 beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada jajarannya agar menyiapkan layanan haji 1445 Hijriyah/2024 Masehi secara detail dan berorientasi pada jamaah. 

"Saya minta, dalam menyiapkan layanan haji ini harus detail. Perhatikan semua hal, jangan sampai ada yang terlewat," kata Menag Yaqut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/1/2024). Menag Yaqut menekankan sesuai pesan Presiden Joko Widodo, penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi yang terbaik dari sebelum-sebelumnya. 

Baca Juga

Di samping itu, tahun ini juga tetap mengusung tema Haji Ramah Lansia, mengingat jumlah jamaah calon haji lansia masih banyak, sekitar 40 ribuan orang. 

"Ini salah satu hal yang menjadi legacy Presiden Joko Widodo. Cara pandang kita dalam menyiapkan layanan ini adalah kepada jamaah, bukan pada hal lainnya. Ini harus dicamkan," kata Menag. Setiap layanan yang diberikan, kata Menag, harus dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. 

Di tempat terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arab Saudi, Waleed Abdulkarim, memastikan bahwa Pemerintah Saudi terus berupaya untuk memperbaiki seluruh sistem, manajemen, dan pelayanan haji. 

"Supaya jamaah haji dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia dapat terlayani dengan baik, maksimal, dan optimal," ujar Waleed saat bertemu dengan Wamenag Saiful Rahmat Dasuki di Jakarta. 

Baca juga: 5 Pilihan Doa Ini Bisa Jadi Munajat kepada Allah SWT Perlancar Rezeki

Waleed mengatakan pemerintah dan rakyat Arab Saudi menganggap bahwa memberikan pelayanan yang baik bagi pelaksanaan haji adalah sebuah kemuliaan serta kebahagiaan, terutama kepada Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. 

"Pelaksanaan haji ini sangat kompleks sekali, terkait banyak persoalan mulai dari transportasi, akomodasi, penanganan jamaah haji yang beragam, tentu ini sangat butuh persiapan karena kompleksitas yang begitu besar," kata Waleed. 

Dia pun meminta Kementerian Agama RI untuk terus menjalin komunikasi dengan baik, dan langsung berkoordinasi apabila ada persoalan dan tantangan terkait penyelenggaraan ibadah haji supaya mendapatkan solusi-solusi terbaik. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement