Rabu 17 Jan 2024 08:00 WIB

Alumni PKHI Berikan Pelatihan Isitithaah Kesehatan Haji

Prinsip kesehatan haji dimulai dari pembinaan, pelayanan, dan perlindungan.

KBIH Bina Umat Yogyakarta bersinergi dengan para alumni perawat kesehatan haji (PKHI) pada Ahad 14 Januari 2024 di gedung Hall APMD Yogyakarta.
Foto: Dok Republika
KBIH Bina Umat Yogyakarta bersinergi dengan para alumni perawat kesehatan haji (PKHI) pada Ahad 14 Januari 2024 di gedung Hall APMD Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA --Untuk menguatkan istithaah Kesehatan haji, KBIH Bina Umat  Yogyakarta bersinergi dengan para alumni perawat kesehatan haji (PKHI). Pada Ahad 14 Januari 2024, secara offline di gedung Hall APMD Yogyakara dilaksanakan manasik kesehatan bertema Penguatan istitthaah kesehatan untuk haji sehat mabrur 2024.

Alumni PKHI dan fasilitator disampaikan oleh Retno Murniati, perawat RSJ Grhasia Yogyakarta. Kegiatan manasik kesehatan di awali skrining kesehatan dengan pengukuran vital sign juga assement riwayat kesehatan jamaah haji yang diikuti lebih dari  65  jamaah haji dan juga dihadiri oleh calon PKHI dr murtafiqoh Sp.S dan Sri Damaryanti juga pengurus FPKHI DIY Dian Damayanti.

Baca Juga

Dalam paparannya, Retno menyampaikan bahwa prinsip penyenggaraan kesehatan haji dimulai dari pembinaan pelayanan dan perlindungan. Di mana salah satu tujuannya adalah tercapainya istithaah kesehatan sehingga bisa melaksanakan ibadah haji sesuai syariat.

"Istithaah kesehatan merupakan kemampuan jamaah yang terukur baik fisik dan mental sehingga bisa melakanakan ibadah sesuai tuntunan," ujar Retno.

Beberapa pesan kesehatan untuk jamaah haji disampaikan, di antaranya terkait informasi skema haji  2024. Yaitu, tidak ada pembatasan usia, prioritas jamaah lansia tanpa pendamping, dan penetapan istithaah kesehatan.

Materi lainnya juga terkait cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan istithaah  kesehatan. Yakni, diet yang seimbang, mengelola stresor, PHBS, dan membiasakan minum air putih.

"Juga meningkatkan kebugaran dengan membiasakan aktivitas fisik dengan jalan kaki setiap hari sesuai kemampuan. Juga terkait monitoring kesehatan untuk jamaah dengan penyakit komorbid," ujar Retno.

Paparan materi  terkait KMK RI No HK 01.07/ Menkes / 2118/2023 terkait standar teknis pemeriksaan kesehatan dalam rangka penetatapan istithaah kesehatan jamaah haji  yang di dalamnya terkait tahapan pemeriksaan kesehatan dari pemeriksaan fisik penunjang gizi, gigi dan kejiwaan juga akan ada pemeriksaan kognitif.

"Ini untuk mngetahui proses pikir jamaah haji yang risiko tinggi  dan juga pemeriksan ADL untuk mengetahui kemampuan aktivitas fisik secara mandiri jamaah haji," ujar Retno.

Dalam sesi tanya jawab jamaah mengikuti dengan antusias, yakni adanya pembinaan manasik kesehatan ini. Jamaah haji  juga akan lebih memperhatikan kesehatannya dan pentingnya menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental sejak dari tanah air saat di tanah suci ataupun setelah kembali ke tanah air sehingga jamaah sehat mabrur berkah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement