Jumat 19 Jan 2024 18:22 WIB

Dubes Jepang untuk Saudi Kunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd

Setiap tahun, Saudi membagikan dan mengirimkan saliran Alquran ke seluruh dunia.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Duta Besar Jepang untuk Arab Saudi Iwai Fumio baru-baru ini mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah.
Foto: SPA
Duta Besar Jepang untuk Arab Saudi Iwai Fumio baru-baru ini mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Duta Besar Jepang untuk Arab Saudi Iwai Fumio baru-baru ini mengunjungi Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah. Kunjungan tersebut dilakukannya bersama dengan para delegasinya.

Dilansir dari Arab News, Jumat (19/1/2024), Duta besar Fumio disambut oleh Sekretaris Jenderal kompleks Atef bin Ibrahim Al-Olayan. Kedatangannya disambut dengan penayangan film dokumenter yang memamerkan pencapaian signifikan lembaga dalam mencetak Alquran, termasuk publikasi ilmiah dan edisi terjemahannya sejak didirikan pada 1984.

Baca Juga

Kunjungan tersebut menampilkan tur ke fasilitas percetakan utama. Duta besar dan delegasinya diperkenalkan ke berbagai departemen di dalam kompleks. Mereka menerima penjelasan rinci tentang mekanisme operasi mesin cetak dan proses produksi Alquran, yang menggunakan bahan baku berkualitas tinggi.

Menteri Urusan Islam dan Pengawas Umum Kompleks Raja Fahd untuk Percetakan Alquran di Madinah Sheikh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Asheikh mengatakan salinan Alquran telah diterjemahkan ke dalam 76 bahasa. Kompleks tersebut telah meningkatkan tingkat produksinya lebih dari 100 persen, dari 7 juta eksemplar per tahun menjadi 20 juta eksemplar per tahun dalam kualitas tinggi.

Setiap tahunnya, Kerajaan akan mendistribusikan dan mengirimkan saliran Alquran ke seluruh dunia. Tujuannya adalah menjaga kemurnian Alquran. Bahkan sebelum dicetak, Alquran akan diperiksa terlebih dahulu oleh para ulama senior penghafal Alquran.

Setelah itu, barulah salinan Alquran akan dicetak melalui mesin percetakan khusus. Para petugas percetakan pun bekerja dibawah sumpah untuk menghindari terjadinya kesalahan yang disengaja dan menjaga proses percetakan salinan dengan baik.

Selain menjaga kemurnian Alquran, Arab Saudi juga telah mengembangkan Alquran digital untuk penyandang disabilitas tunanetra di Masjidil Haram. Alquran digital ini disiapkan untuk memungkinkan pengunjung dan jamaah tunanetra dapat membaca ayat-ayat suci Alquran dengan lebih mudah.

Perangkat braille elektronik yang telah dirancang untuk tunanetra ini didesain dengan panjang enam inci dan lebar empat inci, sehingga pengguna dapat berpindah halaman dengan mudah ketika menggunakan braille berkualitas tinggi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement