Senin 22 Jan 2024 19:18 WIB

Said Nursi Jelaskan Keutamaan Bulan Rajab

Bulan Rajab disebut juga sebagai bulan menanam.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
 Bulan Rajab disebut juga sebagai bulan menanam. Foto:  Badiuzaman said Nursi
Foto: hizmetnews
Bulan Rajab disebut juga sebagai bulan menanam. Foto: Badiuzaman said Nursi

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Umat Islam sekarang sedang memasuki bulan Rajab, salah satu bulan suci yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Keutamaan bulan Rajab juga diungkapkan oleh ulama dan cendikiawan yang masyhur di Turki, Badiuzzaman Said Nursi. 

Dalam buku Biografi Said Nursi terbitan Risalah Nur Press, Said Nursi menjelaskan, orang yang melakukan kebaikan di bulan Rajab akan diberikan balasan lebih dari 100. 

Baca Juga

"Jika satu kebajikan dibalas dengan 10 pahala dalam waktu yang lain maka kebajikan itu pada bulan Rajab yang mulia akan diberi balasan lebih dari 100," kata Nursi, dikutip dari halaman 798. 

Lalu, lanjut dia, pada bulan Sya’ban yang agung akan diberi lebih dari 300, dan kebajikan yang dilakukan ada bulan Ramadan yang penuh berkah mencapai 1.000. Sementara, kebajikan yang dilakukan ada malam Jumat mencapai ribuan, dan pada Lailatul Qadar mencapai 30 ribu. 

"Ya, tiga bulan tersebut merupakan pasar suci untuk melakukan perniagaan akhirat yang akan memberikan banyak manfaat, pameran istimewa bagi para ahli hakikat dan ahli ibadah, masa di mana orang-orang yang beriman dalam tiga bulan ini dapat mendapatkan usia sepanjang delapan puluh tahun," jelas Nursi. 

Ibnu Jarir ath Thabari rahimahullah meriwayatkan melalui sanadnya, dari Ibnu Abbas Ra sehubungan dengan pengagungan Allah terhadap kesucian bulan-bulan ini (Rajab, Sya'ban, Ramadhan), beliau berkata, 

“Allah Ta’ala telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.”

Sedangkan Abu Bakar Al-Balkhi berkata: “Bulan Rajab adalah bulan menanam. Bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman. Dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”

Beliau juga berkata: “Bulan Rajab itu bagaikan angin. Bulan Sya’ban itu bagaikan awan. Dan bulan Ramadhan itu bagaikan hujan.”

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement