Senin 22 Jan 2024 21:35 WIB

Kisah Malaikat Jibril Memuji Hafshah

Hafshah sangat semangat mempelajari ilmu agama.

Sahabat Nabi dari kalangan wanita (ilustrasi).
Foto: Mgrol120
Sahabat Nabi dari kalangan wanita (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Sayyidah Hafshah binti Umar bin Al-Khatthab adalah di antara istri Nabi yang punya kedudukan tinggi. 

Seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim oleh Erlan Iskandar, Sampai-sampai Aisyah berkata,

Baca Juga

هي التي كانت تساميني من أزواج النبي

"Hafshah adalah orang yang menyamai kedudukanku di antara para istri Nabi." (Siyar A'lam An Nubala, 2/27)

Namun, suatu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ternyata pernah menyatakan cerai Hafshah. Lantas Hafshah pun bersedih dan berduka. Tak disangka, kemudian Malaikat Jibril pun turun menyampaikan perintah dari Allah supaya Nabi rujuk kembali kepada Hafshah,

راجع حفصة، فإنها صوامةقولمة، وأنها زوجتك في الجنة

"Rujuklah kepada Hafshah karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin puasa dan rajin shalat. Sesungguhnya dia adalah istrimu di surga." (HR. Ath Thabarani)

Awalnya Hafshah merasa sedih, namun setelahnya ia berbahagia. Dari hadits di atas, diketahui bahwa Hafshah itu rajin beribadah.

Pada zaman itu, tidak banyak wanita yang bisa baca tulis. Hafshah adalah salah seorang yang bisa membaca dan menulis. Ia diajari oleh Syifa binti Abdullah.

Hafshah sangat semangat mempelajari ilmu agama dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia meriwayatkan 60 hadits yang berasal dari Rasulullah dan Umar bin Al Khattab. 

Ada jasa besar Hafshah dalam dunia Ilmu, yaitu menjaga Alquran yang telah dikumpulkan menjadi satu.

Dahulu semasa Nabi masih hidup, Alquran dijaga dengan cara dihafal oleh para sahabat dan ditulis pada lembaran-lembaran ataupun pelepah kurma. Pada masa Abu Bakar, banyak para sahabat yang menghafal Alquran meninggal dunia. Oleh karenanya, dikumpulkanlah ayat-ayat Alquran dan disusun menjadi satu.

Hafshah ditugaskan menjadi orang yang menyimpan lembaran-lembaran Alquran yang telah dikumpulkan oleh Zaid bin Tsabit.

Pada masa Utsman bin Affan menjabat sebagai khalifah, ia meminjam Mushaf yang ada pada Hafsah, kemudian menyuruh beberapa sahabat lain untuk menyalinnya sehingga jadilah beberapa mushaf Alquran. Beberapa mushaf itu dikirimkan ke beberapa wilayah kaum muslimin. 

 

 

 

sumber : Dok Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement