Rabu 31 Jan 2024 05:48 WIB

Dubes: Indonesia dan UEA Memiliki Kesamaan Keragaman

UEA memiliki menteri toleransi hidup berdampingan.

Rep: Lintar Satria/ Red: Muhammad Hafil
Orang-orang duduk di bawah bendera UEA yang dipajang enam ribu di antaranya untuk merayakan Hari Bendera negara itu di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu, 4 November 2023. Hari Bendera Emirates secara resmi jatuh pada 3 November.
Foto: AP Photo/Kamran Jebreili
Orang-orang duduk di bawah bendera UEA yang dipajang enam ribu di antaranya untuk merayakan Hari Bendera negara itu di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu, 4 November 2023. Hari Bendera Emirates secara resmi jatuh pada 3 November.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri mengatakan Indonesia dan UEA memiliki kesamaan dalam keragaman.

Hari Persaudaraan Manusia Internasional atau International Day of Human Fraternity yang akan dirayakan 4 Februari.  Tanggal itu ditetapkan pada 21 Desember 2020.

Baca Juga

"Pada hari itu dunia mempromosikan  harmoni pada semua masyarakat apa pun agama dan kami ketahui Indonesia dikenal sebagai negara lintas agama," katanya.

AlDhaheri mengatakan UEA dan Republik Indonesia memiliki kesamaan pada posisi toleransi dan keragaman agama, budaya dan ras. Inisiatif mendorong PBB mengadopsi Hari Persaudaraan Internasional dilakukan empat negara Bahrain, Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

"Pengadopsian hari ini diakui dalam pertemuan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Tayep. Dilakukan Februari 2019 di Ibukota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi," kata AlDhaheri.

Pertemuan ini menghasilkan Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan untuk hidup bersama dan damai. Duta besar mengatakan di UEA terdapat 120 warga negara yang hidup dengan harmonis dan hidup berdampingan.

"Tempat dimana kami hidup berdampingan dengan berbagai agama, masyarakat dari berbagai kepercayaan dan agama menjalankan kepercayaan dan agamanya dengan harmonis dan dengan cara yang mudah," kata AlDhaheri.

AlDhaheri mengatakan UEA mendeklarasikan tahun toleransi pada 2019 oleh Khalifa bin Zayed Al Nahyan. 

"Untuk menunjukan bagaimana UEA memberikan platform hidup berdampingan dan toleransi antara masyarakat dimana hidup dengan damai," katanya.

Duta besar mengatakan kini UEA memiliki menteri toleransi hidup berdampingan yang dipimpin Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan. "Ini juga untuk menunjukan UEA dapat untuk memberikan dunia toleransi dan koeksistensi," tambahnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement