Jumat 01 Mar 2024 01:49 WIB

Khofifah Ingin Jawa Timur Tingkatkan Kerja Sama dengan Thailand

Khofifah berharap kerja sama Jawa Timur dengan Thailand dalam penguatan halal.

Khofifah Indar Parawansa menjamu makan malam Dubes Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat di Surabaya pada 28 Februari 2024.
Foto: Antara
Khofifah Indar Parawansa menjamu makan malam Dubes Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat di Surabaya pada 28 Februari 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -Khofifah Indar Parawansa menginginkan Provinsi Jawa Timur dapat menggali potensi untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dengan negara Thailand.

"Dalam lima tahun terakhir, Thailand tercatat masuk dalam 10 besar negara tujuan ekspor utama Jawa Timur. Sehingga ke depan kerjasama lebih erat sangat potensial untuk ditingkatkan dan dikembangkan," katanya melalui keterangan tertulis di Surabaya, Kamis (29/2/2024). 

Baca Juga

Gubernur Jawa Jawa Timur periode 2019 - 2024 itu pada 28 Februari kemarin menjamu makan malam Duta Besar Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat di Surabaya.

"Sebuah kehormatan bahwa dalam kunjungannya selama empat hari di Jawa Timur, beliau menyempatkan diri untuk berdiskusi intens terkait prospek kerjasama antara Thailand dengan Jawa Timur ke depan," ujarnya. 

Menurutnya banyak potensi peningkatan kerja sama yang dibahas. Mulai dari sektor industri, pelayaran, pertanian, industri halal, industri makanan dan juga pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyampaikan "green industry” yang sangat getol dikembangkan di Jawa Timur. 

"Kami juga berdiskusi terkait potensi kerja sama di bidang ketahanan pangan dan industri halal," katanya.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama yang akan kembali maju di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur pada bulan November mendatang itu mengungkapkan pariwisata di Thailand sangat berkembang dan banyak mendatangkan wisatawan dari berbagai negara dunia. 

"Penyediaan produk halal sebagai dukungan sektor pariwisata sangat dibutuhkan. Tentu menjadi peluang bagi Jawa Timur untuk bisa mengisi kebutuhan produk halal di Thailand. Ini menjadi potensi ekspor bagi para pelaku industri halal dari Jawa Timur," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas kemungkinan dibukanya penerbangan langsung dari Surabaya ke Bangkok. Sebab selama ini penerbangan dari Surabaya ke Bangkok harus transit ke Malaysia atau Singapura. 

"Dengan semakin berkembangnya pariwisata di Thailand, juga semakin banyaknya mahasiswa Thailand yang studi di Jatim, sangat dibutuhkan adanya sarana transportasi yang memungkinkan adanya penerbangan langsung dari Surabaya ke Bangkok dan sebaliknya. Jika terealisasi, tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi bagi Jawa Timur dan Thailand," ucap Khofifah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement