Rabu 20 Mar 2024 21:36 WIB

Jamaah Umroh Diimbau tak Berebut Sholat di dalam Masjidil Haram

Menunaikan sholat di seluruh area Masjidil Haram sama-sama mendapat pahala.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Jamaah umroh sedang di Masjidil Haram (ilustrasi).
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Jamaah umroh sedang di Masjidil Haram (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Besarnya pahala sholat di Masjidil Haram membuat para jamaah umroh tidak ingin menyianyiakan kesempatan yang sudah ada di depan matanya. Sehingga mereka berebut berdesakan untuk dapat sholat di dalam Masjidil Haram.

Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci, mengimbau seluruh jamaah umroh untuk tidak memaksakan diri sholat di dalam Masjidil Haram. Menurut dia, sholat di area masjid di mana pun, selama masih di dalam batas Masjidil Haram akan sama besar nilai pahalanya.

Baca Juga

“Menunaikan sholat di seluruh area masjidil haram sama-sama mendapat pahala yang besar," kata komisi dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (20/3/2024).

Komisi tersebut menekankan bahwa penduduk Makkah, serta pengunjung dan jamaah haji harus memahami kehebatan Masjidil Haram dengan berdoa di masjid mana pun yang berada di dalam batas Masjidil Haram, terutama karena semua masjid di sana merupakan pintu gerbang untuk menjelajahi Ibu Kota Suci.

Komisi tersebut menegaskan bahwa ada pahala yang besar untuk menunaikan shalat di semua masjid di Kota Makkah yang terletak di dalam batas Masjidil Haram. 

“Spiritualitas yang ditemukan para tamu Allah di Makkah tidak terbatas pada Masjidil Haram saja, tapi meluas ke luarnya dan meluas hingga mencakup semua masjid lainnya, seperti Masjid Ayesha Al-Rajhi, Masjid Kompleks Al-Balad Al-Amin, Masjid Abdul Qadir Al-Nusair, Masjid Al-Muhajireen, Masjid King Abdulaziz, Masjid Putri Fahda Al-Sudairi dan Masjid Sheikh Ibn Baz,” katanya.

Kampanye ini bertujuan untuk menyadarkan pengunjung dan jamaah umrah tentang karakteristik spiritual Makkah, pahala yang besar untuk melakukan ritual di dalamnya, dan menyadari kesucian tempat-tempat tersebut, yang membuatnya penting bagi mereka yang mengunjunginya untuk merasakan makna spiritual di setiap tempat dalam batas-batas Masjidil Haram.

Patut dicatat bahwa perbatasan Makkah Haram terbantahg di utara Makkah hingga lima kilometer ke Al-Tanim, ke barat menuju kegubernuran Jeddah hingga jarak 18 km, ke selatan menuju situs suci Arafat dari Masjidil Haram hingga 20 km, dan ke 14,5 kilometer timur Makkah di Jaarana. Luas total batas Masjidil Haram diperkirakan mencapai 560 kilometer persegi.

Komisi tersebut menyatakan bahwa kampanye tersebut berasal dari keyakinannya akan peran individu dan masyarakat dalam memuliakan tanda-tanda Tuhan, dan menyadarkan para pengunjung dan peziarah tentang kesucian tempat-tempat tersebut. Kampanye ini juga bertujuan untuk menyadari implikasi spiritual dari setiap tempat di dalam batas Masjidil Haram.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement