Ahad 14 Apr 2024 16:30 WIB

Kurma, Jenis dan Manfaat Kesehatannya

Kurma merupakan buah yang memiliki banyak sekali manfaat.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
Kurma (ilustrasi)
Foto: Pixy.org
Kurma (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH – Kurma merupakan buah yang memiliki banyak sekali manfaat. Karena itulah Nabi Muhammad SAW sangat suka mengonsumsi buah kurma. Buah kurma memiliki banyak jenisnya dan juga memiliki manfaat yang banyak dan sangat baik untuk anggota tubuh.

“Seperti Shofawi misalnya, yang (ukurannya) besar. Ada kurma Ajwa, dipakai untuk obat untuk tubuh biasanya seperti, sedang sakit atau kena racun dan sebagainya. Kemudian yang ketiga ada lagi kurma Sukari yang banyak glukosanya,” kata Ustadz Adi Hidayat, dikutip dari akun Youtube pribadinya, Adi Hidayat Official.

Baca Juga

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bahwa kurma memiliki tahapan – tahapan yang pokok ketika sudah menjadi buah. 

Pertama, akan melewati fase pertengahan yang disebut Balha atau biasa disebut dengan kurma muda, ada yang berwarna kuning atau merah tergantung jenis kurmanya. Khasiatanya adalah untuk meningkatkan kesuburan laki – laki dan juga perempuan dan memiliki tekstur yang pas ketika dikunyah di mulut.

Kedua, setelah itu merupakan tahapan kurma yang mulai matang atau mengkel disebutnya. Memiliki tekstur yang agak lembek dan memiliki harga yang paling mahal yang disebut dengan yarathab. Kurma tersebut menjadi spesial karena dimakan oleh kalangan – kalangan tertentu. Hal itu disebabkan juga posisi buahnya yang tinggi sehingga agak susah untuk dipetiknya.

Ketiga, pada fase ini adalah kurma yang mulai mengering atau disebut dengan thamr. Pada tahapan inilah Nabi Muhammad SAW memakan buah kurma dan menjadikan hidangan sehari – hari. Hal ini menunjukkan kesederhanaan Nabi Muhammad SAW. 

Beberapa bagian dari pohon kurma yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan pondasi bangunan, seperti masjid pertama Nabi Muhammad SAW.

“Masjid Nabi Muhammad SAW yang pertama dibangun, seperti yang disebutkan surat Syam, menggunakan dahan – dahan kurma kemudian juga ditambah dengan batu – batu Sebagian. Setelah itu, pakai tiang – tiangnya (pakai) pelepah kurma, atasnya daun – daunnya,” kata Ustadz Adi Hidayat. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement