Selasa 14 May 2024 09:27 WIB

Musim Haji, Omzet Pedagang Perlengkapan Haji di Cilegon Meningkat

Omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh khas haji meningkat dibandingkan 2023.

Pedagang melayani pembeli yang memesan paket oleh-oleh khas haji (ilustrasi). Omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji meningkat.
Foto: Antara/Maulana Surya
Pedagang melayani pembeli yang memesan paket oleh-oleh khas haji (ilustrasi). Omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh haji meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Omzet pedagang perlengkapan haji di Kota Cilegon, Banten, pada musim pemberangkatan haji mengalami kenaikan dibandingkan musim haji sebelumnya. Eneng, pedagang perlengkapan haji di Pondok Cilegon Indah, Senin (12/5/2024), mengakui omzet penjualan perlengkapan dan oleh-oleh khas haji pada tahun ini meningkat. 

Jika tahun lalu dalam sehari bisa menghasilkan Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, namun saat ini bisa lebih karena dalam sehari bisa mencapai Rp 8 juta.  "Apabila ada pesanan dalam jumlah besar, tentu penghasilannya bisa lebih besar lagi, mengingat kebutuhan dari masing-masing calon haji juga hampir sama," kata dia.

Baca Juga

Dia mengatakan meskipun calon haji belum berangkat ke Tanah Suci, biasanya sudah berbelanja oleh-oleh haji maupun perlengkapan haji.  "Udah lima tahun jualan disini, yang paling banyak dicari itu kayak oleh-oleh sama gamis putih," katanya. 

Ia mengatakan untuk oleh-oleh seperti kurma, kismis, coklat, air zamzam dan lainnya didatangkan langsung dari Makkah, untuk menjaga kwalitas keasliannya. Salah seorang calon haji, Winingsih mengaku dirinya sengaja membeli perlengkapi haji sebelum berangkat pada 19 Mei 2024. 

Dia menyebut, tersedianya gerai perlengkapan haji ini memudahkan calon haji melengkapi sejumlah perlengkapan haji. "Ada perlengkapan yang belum dimiliki karena di sejumlah toko kehabisan. Ternyata barang yang dibutuhkan bisa ditemukan disini, Alhamdulillah sangat memudahkan, terutama untuk beli oleh-olehnya," ujarnya. Sementara itu jumlah calon haji asal Kota Cilegon yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 627 orang yang terbagi menjadi dua kelompok terbang.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement