Ahad 19 May 2024 12:15 WIB

Saudi Minta Jamaah Haji dengan Penyakit Kronis Membawa Dokumen Medis

Jamaah haji luar negeri juga diharuskan mendapatkan vaksin meningitis.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
 Jamaah haji asal kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) langsung sujud syukur saat tiba di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Arab Saudi, Kamis (16/5/2024) pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS). Sujud syukur dilakukan sebagai terima kasih karena pesawat yang membawa mereka sempat terbakar saat berangkat dari Indonesia menuju Madinah.
Foto: Dok MCH
Jamaah haji asal kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar (UPG-05) langsung sujud syukur saat tiba di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Arab Saudi, Kamis (16/5/2024) pukul 04.02 Waktu Arab Saudi (WAS). Sujud syukur dilakukan sebagai terima kasih karena pesawat yang membawa mereka sempat terbakar saat berangkat dari Indonesia menuju Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Pihak berwenang Arab Saudi mendesak calon jamaah haji yang memiliki penyakit kronis untuk membawa dokumen medis mereka saat bepergian ke Kerajaan. Kementerian Haji Saudi mengatakan prosedur itu diperlukan untuk memberi mereka akses ke perawatan medis ketika penyakit tersebut kambuh.

"Jika Anda menderita penyakit yang membutuhkan perawatan medis khusus, dan menggunakan obat-obatan khusus dan peralatan medis gabungan, jangan lupa untuk membawa dokumen kesehatan Anda untuk mendapatkan perawatan dan memudahkan perjalanan Anda pada saat kedatangan dan keberangkatan," kata kementerian berbicara kepada jamaah haji, dilansir dari Gulf News, Ahad (19/5/2024).

Baca Juga

Peziarah luar negeri juga diharuskan mendapatkan vaksin Neisseria meningitidis yang diberikan sebelum kedatangan mereka, dan diverifikasi dengan sertifikat dari negara asal masing-masing.

Mereka juga harus divaksinasi terhadap polio, Covid-19 dan flu musiman sebagai bagian dari upaya untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peziarah selama melaksanakan ibadah haji tahunan.

Jamaah haji domestik, sementara itu, diharuskan menyelesaikan vaksinasi terkait haji termasuk inokulasi terhadap Covid-19, influenza musiman, dan meningitis menjelang ritual ziarah.

Kementerian Haji mengatakan, vaksinasi tersedia di pusat kesehatan primer, dan meminta pendaftaran wajib di aplikasi Sehaty Kementerian Kesehatan sebelum kedatangan para peziarah di kota suci Makkah, Saudi.

Kelompok peziarah awal mulai berdatangan di Arab Saudi dari beberapa negara selama beberapa hari terakhir menjelang waktu pelaksanaan ritual haji. Diperkirakan ibadah haji tahun ini akan dimulai pada 14 Juni, tergantung pada penampakan bulan baru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement