Senin 27 May 2024 14:11 WIB

Lewat Aplikasi Kawal Haji, Jamaah Bisa Laporan Langsung Masalah di Tanah Suci

Jamaah yang terpisah dari rombongan atau hilang dapat diinformasikan di Kawal Haji.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Media Wibowo Prasetyo, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Akhmad Fauzin, Kepala Subdirektorat Data dan Siskohat Ditjen PHU Kemenag Hasan Afandi, dan Kasubdit TIK Pinmas Kemenag Irfan Sembiring saat saat mengumumkan telah diluncurkannya aplikasi Kawal Haji di Jakarta, Senin (27/5/2024).
Foto: Republika/Fuji E Permana
Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Media Wibowo Prasetyo, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Akhmad Fauzin, Kepala Subdirektorat Data dan Siskohat Ditjen PHU Kemenag Hasan Afandi, dan Kasubdit TIK Pinmas Kemenag Irfan Sembiring saat saat mengumumkan telah diluncurkannya aplikasi Kawal Haji di Jakarta, Senin (27/5/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Untuk meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan aplikasi Kawal Haji. Aplikasi ini disiapkan sebagai saluran komunikasi dua arah antara jamaah dan petugas haji terkait beragam layanan dan tahapan Penyelenggaran Ibadah Haji 1445 H/ 2024 M.

Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Media, Wibowo Prasetyo menyampaikan latar belakang terlahirnya aplikasi Kawal Haji. Aplikasi tersebut merupakan arahan menteri agama (Menag) kepada Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kemenag.

Baca Juga

"Tujuannya agar bisa memberikan atau menghadirkan sebuah aplikasi (Kawal Haji) yang dapat memudahkan akses bagi jamaah haji dalam melaporkan banyak hal terkait berbagai layanan yang ada di Arab Saudi maupun di Tanah Air sebelum menuju ke Arab Saudi," kata Wibowo saat mengumumkan telah diluncurkannya aplikasi Kawal Haji di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Wibowo menyampaikan, dari diskusi yang cukup singkat, kemudian bincang-bincang terkait dengan teknis dan lain-lainnya. Maka lahirlah yang namanya aplikasi Kawal Haji. 

Inti dari aplikasi ini adalah memberikan akses yang seluas-luasnya kepada para jamaah haji, masyarakat, dan keluarga jamaah haji yang ada di Tanah Air. Agar bisa memberikan atau memantau secara langsung penyelenggaraan ibadah haji. Masyarakat bisa memantau langsung terhadap semua layanan yang diberikan kepada jamaah haji. 

"Intinya memberikan akses seluas-luasnya kepada para jamaah haji untuk menyampaikan kepada kami, kepada Kementerian Agama terkait dengan seluruh fasilitas, seluruh informasi, seluruh layanan yang terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2024," ujar Wibowo.

Wibowo menambahkan, aplikasi Kawal Haji juga akan terus berbenah menghadirkan berbagai fitur. Pada intinya, aplikasi Kawal Haji ini adalah akses bagi para jamaah haji ketika melihat berbagai kendala, kesulitan ataupun memberi masukan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji untuk menghasilkan layanan terbaik bagi jamaah haji.

"Karena sejak awal menteri agama sudah menginstruksikan kepada kami terutama kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh agar layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 ini menjadi yang terbaik dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Wibowo.

Dalam aplikasi Kawal Haji, jamaah bisa memberitahu langsung petugas haji jika mengalami kendala atau kesulitan di berbagai layanan. Misalnya saat menghadapi kendala dalam layanan transportasi, akomodasi dan konsumsi, jamaah haji bisa langsung melaporkan kendalanya dalam aplikasi Kawal Haji kepada petugas haji yang juga bisa diakses publik.

Bahkan informasi jamaah haji yang terpisah dari rombongan atau hilang dapat diinformasikan dalam aplikasi Kawal Haji yang bisa diakses atau diketahui publik. Sehingga publik bisa membantu, misalnya jamaah haji lain juga bisa membantu karena dapat mengakses data jamaah haji yang dilaporkan hilang dalam aplikasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement