Selasa 28 May 2024 14:39 WIB

Jamaah Haji Diminta Doakan dan Bantu Palestina Agar Bebas dari Penjajahan

Umat Islam dari seluruh penjuru dunia yang sedang melakukan ibadah haji.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Umat Islam menghadap Ka bah saat berlangsung peristiwa Rashdul Qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/5/2024). Fenomena yang terjadi pada 27 Mei 2024 pukul 12.18 waktu Arab Saudi tersebut seluruh benda yang berdiri tegak lurus akan sejajar dengan arah kiblat, hal tersebut berguna dan merupakan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengukur serta menegaskan kebenaran arah kiblat.
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Umat Islam menghadap Ka bah saat berlangsung peristiwa Rashdul Qiblah atau waktu matahari tepat di atas Ka bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (27/5/2024). Fenomena yang terjadi pada 27 Mei 2024 pukul 12.18 waktu Arab Saudi tersebut seluruh benda yang berdiri tegak lurus akan sejajar dengan arah kiblat, hal tersebut berguna dan merupakan kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengukur serta menegaskan kebenaran arah kiblat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Umat Islam dari seluruh penjuru dunia yang sedang melakukan ibadah haji sedang berkumpul di Tanah Suci Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Jamaah haji diminta ikut mendoakan dan membantu Palestina agar terbebas dari penjajahan yang dilakukan zionis Israel yang sangat kejam dan keji, tega membunuh anak-anak, wanita dan masyarakat Palestina yang tidak bersenjata.

Sekretaris Jenderal Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Suhartono menyampaikan pesan untuk jamaah haji khususnya dan segenap bangsa Indonesia. Agar perkuat hubungan dan ikatan dengan Allah SWT, serta berusaha menjadi Rabbaniyyun. 

Baca Juga

"Sesuai konteks saat ini, selama bertaqarrub, kita juga mengadukan segala duka dan nestapa saudara-saudara kita di Gaza, kita adukan kepada Allah mumpung di Tanah Suci, memohon rahmat dan campur tangan Allah," kata Suhartono kepada Republika, Selasa (28/5/2024).

Suhartono mengatakan, selain tilawah dan sholat, sesuai dalam surat Fathir Ayat 29 - 30. Maka umat Islam perbanyak infaq dan kontribusi, baik secara diam-diam maupun terang-terangan. 

 

Mumpung sedang berhaji, mumpung di Tanah Suci, segera dan langsung berinfak. Terkhusus untuk membantu perjuangan Palestina, salurkan melalui cara, jalur dan lembaga apapun, yang penting ikhlas," ujar Suhartono.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ

 

لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ 

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Alquran), menegakkan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi. (Demikian itu) agar Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambah karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS Fathir Ayat 29-30).

Suhartono menambahkan pesan-pesannya untuk jamaah haji, saat berhaji gunakan berbagai peluang dan kesempatan untuk mensosialisasikan derita Palestina, mengkampanyekan keberkahan Al Aqsha, bahkan ikut meningkatkan responsibility umat terhadap Al Aqsha.

Suhartono mengatakan, suarakan aspirasi Gaza, yakni hentikan agresi Israel dan lakukan gencatan senjata permanen. Kembalinya para warga sipil yang eksodus ke rumah dan tempat tinggal mereka meski sudah hancur lebur. Menarik total pasukan Israel dan hengkang total dari Tanah Air Gaza keseluruhan. 

"Buka pintu perbatasan bahkan hapus blokade. Biarkan bantuan masuk (ke Gaza), kembali membangun Gaza dan recovery total," kata Suhartono.

Sebelumnya, Aqsa Working Group (AWG) mengingatkan dan mengimbau jamaah haji Indonesia untuk tetap memboikot produk yang terafiliasi dengan Israel selama di Arab Saudi. 

"Izinkan saya menyerukan kepada seluruh jamaah haji Indonesia, para tamu Allah untuk tidak membeli dan tidak menggunakan barang atau produk yang terafiliasi dengan zionis Israel selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, di Arab Saudi," kata Anggota Presidium AWG, Anshorullah kepada Republika, Rabu (15/5/2024). 

Anshorullah juga menyeru jamaah haji untuk menghindari produk Zionis Israel. Karena dengan begitu termasuk bagian dari gerakan boikot global untuk membela dan mendukung perjuangan rakyat Palestina serta pembebasan Masjid Al Aqsa. Sebagaimana diketahui, Masjid Al Aqsa adalah masjid ketiga yang paling disucikan dalam Islam yang masih dikuasai oleh Zionis Israel. 

"Jutaan jamaah haji yang memboikot produk zionis akan besar dampaknya, memukul kekuatan Zionis," ujar Anshorullah.

Anshorullah menegaskan, aksi boikot ini sesuai dengan Pancasila dan amanat Preambule UUD 1945, menentang segala bentuk penjajahan. 

Menurut Anggota Presidium Aqsa Working Group ini, aksi boikot itu sekaligus bentuk tanggung jawab kemanusiaan sebagai masyarakat Indonesia. Yakni bangsa yang sudah merasakan betapa pahit dan menderitanya hidup di bawah penjajahan bangsa lain. 

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement