Senin 22 May 2023 22:45 WIB

Meski Jauh dari Tanah Air, Jamaah Haji akan Serasa di Kampung Halaman, Ini Penjelasannya

PPIH Arab Saudi mengupayakan layanan terbaik untuk jamaah haji.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Erdy Nasrul
Koki memperlihatkan contoh paket makanan untuk jamaah calon haji selama dalam penerbangan di Gedung Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/5/2023). Tes makanan tersebut untuk melihat kesiapan panitia dalam melayani calon jamaah haji selama dalam penerbangan dengan varian menu sesuai standar yang dipilih masing-masing embarkasi melalui servis katering yang terpilih.
Foto: Antara/Teguh Prihatna
Koki memperlihatkan contoh paket makanan untuk jamaah calon haji selama dalam penerbangan di Gedung Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/5/2023). Tes makanan tersebut untuk melihat kesiapan panitia dalam melayani calon jamaah haji selama dalam penerbangan dengan varian menu sesuai standar yang dipilih masing-masing embarkasi melalui servis katering yang terpilih.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan semua jamaah haji akan mendapatkan kenyamanan seperti di daerah asal. Hal itu terjadi karena panitia haji menyelenggarakan layanan katering berupa sajian masakan khas Indonesia. Bukan masakah khas Arab semacam nasi rempah bercampur potongan daging. 

"Intinya, semua jemaah akan disiapkan menu indonesia yang memiliki cita rasa khas masakan Indonesia,” kata Kasi Layanan Konsumsi Suviyanto Senin (22/5/2023) siang.

Baca Juga

Suviyanto menyebutkan, menu yang akan disajikan ke jemaah haji Indonesia itu diantaranya nasi uduk, nasi goreng, ayam goreng, opor ayam, rendang ayam dan lainnya.

“InsyAllah semua menu makanan jamaah haji sama, tidak ada yang membedakan. 21 perusahaan catering yang bertanggung jawab menyediakan sudah menjamin,” papar dia.

 

Jaminan tersebut, katanya, adalah semua juru masak perusahaan asal Indonesia. Termasuk beberapa bahan atau bumbu yang dikirim dari Indonesia.

“Memang tidak semua, seperti beras dan ikan. Tapi seperti kecap, bumbu lada dan sebagaia besar bumbu lainnya dari Indonesia,” terangnya.

Semua menu makanan yang disajikan ke jemaah itu dimasak di Arab Saudi sekalipun bahan itu dibawa dari Indonesia dalam bentuk frozen.

“Masaknya disini semuanya. Jadi nanti disajikan ke jemaah itu dalam kondisi hangat, walaupun bahan bakunya di freezer. Insyallah mencukupi gizi untuk jamaah,” tambahnya.

Ia berharap, mudah - mudahan upaya ini bisa membuat jemaah Haji Indonesia puas. Sekalipun tidak sama, minimal cita rasanya mendekati rasanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement