Kamis 25 May 2023 04:47 WIB

Perjuangan Melayani Jamaah Haji yang Mengalami Demensia

Ada penanganan khusus untuk jamaah haji yang mengalami demensia.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Erdy Nasrul
Ilustrasi penanganan jamaah haji yang mengalami demensia.
Foto:

Contoh kasus Marsina, jamaah haji asal Grobogan, Jawa Tengah yang diduga mengalami demensia (pikun) merupakan salah satu dari hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Marsina tidak mengetahui bahwa ia sudah berada di Tanah Suci.

"Biasanya dipicu oleh karena memang ada gangguan dari sisi memori, yang kedua itu bisa dipicu oleh kelelahan dan dehidrasi," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Panitia Pernyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi dr Imran saat ditemui, Rabu (24/5/2023).

Penanganan awalnya, lanjut dia, dengan mengajak dia bercerita untuk mengembalikan ingatannya. Paling tidak ingatan di kampung, lalu tujuannya dari Tanah Air ke Tanah suci.

Selanjutnya, kata dia, diberi minum untuk mengembalikan cairan tubuhnya. Selanjutnya, penderita demensia, menurut dokter Imran, perlu didampingi karena ia bisa kembali lupa ingatan.

 

"Pendampingnya itu yang akan selalu mengingatkan, merecall selalu memorinya. Tidak masalah, kalau misalnya (pendampingnya) tetangga, atau orang dikenal saat di asrama haji udah kenal itu bisa," tandas dokter Imran. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement