Sabtu 27 May 2023 11:04 WIB

Matanya tak Melihat, Tapi Semangatnya Luar Biasa untuk Berhaji

Haji merupakan ibadah pemersatu umat Islam dari berbagai belahan dunia.

Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Palembang antre untuk mendapatkan gelang identitas setibanya di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/5/2023). Sebanyak 355 jamaah haji asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tiba di Asrama Haji Palembang dan akan diterbangkan ke Tanah Suci pada Sabtu (27/5).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama embarkasi Palembang antre untuk mendapatkan gelang identitas setibanya di Asrama Haji Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/5/2023). Sebanyak 355 jamaah haji asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tiba di Asrama Haji Palembang dan akan diterbangkan ke Tanah Suci pada Sabtu (27/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramli Siregar (67) seorang calon jamaah haji tunanetra asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang tergabung pada Kelompok Terbang (Kloter) 04 Embarkasi Medan, bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci Makkah.

"Saya sangat bersyukur bisa berangkat bersama istri untuk menunaikan ibadah haji pada tahun ini ke Tanah Suci," ucap Ramlidi Asrama Haji Medan, Jumat (26/5/2023).

Baca Juga

Ramli menyebutkan melaksanakan ibadah haji merupakan kewajiban yang harus ditunaikan umat Islam saat masih dalam keadaan hidup di dunia.

Sebab ibadah haji tersebut, kata dia, merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan dengan catatan bagi yang mampu baik secara finansial dan juga fisik.

"Saya juga sangat bersyukur sekali, seorang yang tunanetra tidak menjadi kendala untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah," ucapnya.

Ramli mengatakan rasa syukur tersebut disampaikannya karena diberi kesempatan untuk pergi haji ke Tanah Suci.

Ramli yang merupakan pensiunan guru di PTPN 4 menyisihkan gaji yang diperoleh setiap bulan untuk ditabungkan agar bisa menunaikan ibadah haji.

"Akhirnya cita-cita yang sudah cukup lama untuk pergi ke Makkah, akhirnya dapat terkabul dengan baik," katanya.

Meski tidak bisa melihat,Ramlibertekad niatnya pergi haji harus dapat terkabul. Ia terus terus berikhtiar dan tetap berdoa kepada Allah SubhanahuWa Ta'ala saat melaksanakan shalat, hingga ia berkesempatan berangkat haji tahun ini.

"Saya menunaikan haji ke Makkah ditemani oleh istri yang bertugas menjadi pemandu, saat saya menjalankan ibadah haji," katanya.

Ramli menjelaskan ia telah mendaftar bersama istri untuk berangkat haji sejak tahun 2012. Seharusnya ia berangkat ke Makkah pada tahun 2020, namun terjadi wabah COVID-19, akhirnya keberangkatan tertunda.

Kemudian pada tahun 2022 istrinya mendapat panggilan dari Kementerian Agama (Kemenag) untuk berangkat melaksanakan ibadah haji.

"Saya tidak bisa ikut berangkat haji karena terkendala usia saat itu. Istri saya juga menunda keberangkatan naik haji, karena ingin bersama saya. Namun akhirnya saya dipanggil lagi oleh Kemenag untuk pergi haji, maka kami suami istri dapat berangkat ke Makkah pada tahun 2023," kata Ramli.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement