Rabu 31 May 2023 20:53 WIB

Jamaah Haji Tinggalkan Madinah, Niatkan Pamit kepada Rasulullah

Namun, jamaah tidak perlu pamit ke Raudhah.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah Haji Indonesia asal Makassar usai berburu oleh-oleh di kawasan Markaziyah, Madinah.
Foto: Dok MCH 2023
Jamaah Haji Indonesia asal Makassar usai berburu oleh-oleh di kawasan Markaziyah, Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Jamaah haji Indonesia yang akan meninggalkan Madinah disarankan untuk ziarah wada ke makam Rasulullah. Namun, jamaah tidak perlu ke Raudhah, cukup berada dalam lingkungan Masjid Nabawi atau di hotel.

"Jangan memaksakan diri, selain lama, khawatir jamaah akan lelah," kata Konsultan Ibadah Daker Madinah KH Wazir Ali, Rabu (31/5/2023).

Baca Juga

Usai salam kepada Rasulullah, kata Kiai Wazir, jamaah disarankan berdoa. Menurutnya, ada tiga doa yang dipanjatkan kepada Allah, yakni sebagai berikut.

1. Berdoa agar kita diberikan kemudahan dalam menjalani rangkaian ibadah haji hingga selesai.

2. Berdoa mudah-mudahan diberikan kesehatan hingga sampai ke Tanah Air bertemu handai taulan.

3. Terakhir dan paling penting adalah berdoa agar bisa kembali ke Tanah Suci kembali bisa berziarah kepada Rasulullah.

"Bisa saja nanti kita dipanggil lagi menjadi petugas atau umroh, itu yang penting," kata dia.

Namun, Kiai Wazir mengingatkan kepada jamaah haji Indonesia agar tetap memperhatikan jam keberangkatan yang telah ditetapkan. Jamaah tidak perlu memaksakan diri apabila memang tidak memungkinkan dan menyebabkan kelelahan.

"Yang terpenting niat di mana pun, untuk pamit meninggalkan Madinah," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement