Selasa 06 Jun 2023 19:45 WIB

Jamaah Haji yang Sakit Tetap Diberikan Pendampingan Ibadah

Pendampingan juga guna memberikan rasa nyaman dan tenang pada jamaah haji.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyiapkan 107 ton obat yang dibawa dari Indonesia guna diperuntukan untuk layanan kesehatan jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci.  Sebanyak 30 ton obat diantaranya berada di Madinah, sisanya berada di Makkah.
Foto: Republika/Agung Sasongko
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyiapkan 107 ton obat yang dibawa dari Indonesia guna diperuntukan untuk layanan kesehatan jamaah haji Indonesia selama di Tanah Suci. Sebanyak 30 ton obat diantaranya berada di Madinah, sisanya berada di Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan memberikan layanan bimbingan ibadah dan pendampingan bagi jamaah sakit yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), di Madinah dan Makkah.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (6/6/2023)m

Baca Juga

Menurut Fauzin, pendampingan yang dilakukan petugas bimbingan ibadah untuk jamaah sakit di KKHI dan RSAS antara lain; melakukan rekam ibadah jamaah untuk memastikan kelanjutan dan ketuntasan ibadah, melakukan pendampingan ibadah harian, khususnya sholat lima waktu.

“Selanjutnya, memberikan motivasi dan penguatan mental spiritual agar ridha, sabar dan ikhlas dalam menjalani proses pengobatan. Bertindak sebagai rohaniwan dengan membantu upaya penyembuhan melalui doa dan bacaan-bacaan kalimah thayyibah,” ujar Fauzin dalam rilis yang diterima Republika, Selasa (07/06/2023).

Dia melanjutkan, pendampingan tersebut juga guna memberikan rasa nyaman dan tenang kepada jamaah yang sakit.

Fauzin mengatakan, bimbingan manasik tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama di Tanah Air sebab selama di Tanah Suci, jamaah juga mendapatkan bimbingan manasik, baik dari pembimbing ibadah kloter maupun konsultan ibadah PPIH.

“Panitia telah menunjuk para konsultan ibadah dan pembimbing ibadah untuk memberikan layanan kepada jamaah haji, terkait peribadahan. Konsultan dan pembimbing ibadah, selain ditempatkan di kantor Daker, lainnya di tempatkan di setiap sektor perumahan jamaah haji, termasuk sektor Masjidil Haram,” kata Fauzin.

Untuk memudahkan jamaah, lanjut Fauzin, layanan konsultasi ibadah dilakukan secara offline dan online. Secara offline, para konsultan dan pembimbing bertugas memberikan layanan konsultasi ibadah di wilayah sektor masing-masing.

Adapun secara online, kata Fauzin, panitia menyebar nomor telepon para konsultan kepada semua jamaah melalui PPIH Kloter. Fauzin menyampaikan, berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga tanggal 06 Juni 2023, pukul 24.00 WIB, jamaah dan petugas yang sudah tiba di Kota Madinah berjumlah 81.198 orang atau 211 kelompok terbang.

“Terdapat tiga jamaah haji yang wafat di Madinah, yaitu KST asal kloter SOC 01, MW asal kloter SUB 25; dan WSS asal kloter SOC 32,” kata Fauzin.

Adapun satu jamaah haji lainnya wafat di Makkah atas nama SAMD asal Kloter SUB 06. Hingga saat ini berdasarkan catatan Kemenag, jumlah jamaah haji yang wafat sebanyak 19 orang. Dan sesuai ketentuan, jamaah yang wafat akan dibadalhajikan.

Sementara itu, jamaah yang diberangkatkan hari ini dari Madinah ke Makkah untuk umrah berjumlah 8.788 jamaah atau 23 kloter.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement