Rabu 07 Jun 2023 11:50 WIB

Tafsir Surat Fatir Ayat 37: Munculnya Uban Sebagai Pemberi Peringatan

Rambut uban merupakan anugerah dari Allah.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Erdy Nasrul
Alasan ilmiah rambut beruban (ilustrasi).
Foto: Piqsels
Alasan ilmiah rambut beruban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mungkin sebagian Muslim yang masih berusia muda heran mengapa rambutnya sudah beruban. Sejumlah ulama tafsir telah menjelaskan soal uban dalam tafsirnya terhadap surat Fatir ayat 37.

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan, yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan dahulu.” (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu untuk dapat berpikir bagi orang yang mau berpikir, padahal telah datang kepadamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami), dan bagi orang-orang zalim tidak ada seorang penolong pun." (QS Fatir ayat 37)

Baca Juga

Imam Ibnu Katsir yang menukil dari riwayat Ibnu Abbas, Ikrimah, Abu Ja'far Al Baqir, Qatadah, dan Sufyan bin Uyainah, menjelaskan bahwa yang dimaksud pemberi peringatan (An Nadziir) dalam ayat itu adalah uban.

Orang yang beruban, walaupun menjadi tampak menua, tetapi justru membawa pintu pahala yang besar. Mengapa demikian? Karena sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW menunjukkan keutamaan orang yang beruban dan hukum mencabut uban.

 

Rasulullah SAW bersabda:

(من شاب شيبة في الإسلام كانت له نورا يوم القيامة) رواه ابن حبان

"Siapa yang membiarkan tumbuhnya uban maka akan memiliki cahaya di Hari Kiamat kelak" (HR Ibnu Hibban).

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan untuk tidak mencabut uban.

(لا تَنْتِفوا الشَّيْبَ، فإِنه ما من مسلم يَشِيبُ شَيبة في الإسلام، إلا كانت له نوراً يوم القيامة ) رواه أبو داود وصححه الألباني،

"Jangan mencabut uban, karena tidak ada Muslim yang dapat menumbuhkan uban dalam Islam, dan itu akan menjadi cahaya untuknya di Hari Kiamat" (HR Abu Daud).

Adapun hadits lain tentang uban juga diriwayatkan dari Abu Hurairah. Nabi Muhammad SAW menyampaikan bahwa orang yang beruban akan dicatatkan untuknya catatan amal kebaikan, dan dosa-dosanya dihapuskan.

 وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم: (لا تنتفوا الشيب، فإنه نورٌ يوم القيامة، ومن شاب شيبة في الإسلام، كُتب له بها حسنة، وحُطّ عنه بها خطيئة، ورُفِع له بها درجة) رواه ابن حبان وحسنه الألباني.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jangan mencabut uban karena itu adalah cahaya di Hari Kiamat. Siapapun yang memiliki uban dalam Islam, maka akan dicatatkan untuknya amal kebaikan, dihapuskan dosa-dosanya, dan diangkat derajatnya" (HR Ibnu Hibban).

Imam Asy Syaukani juga berpendapat, orang yang beruban dicatatkan untuknya amal kebaikan, derajatnya diangkat, dan dosa-dosanya dihapus. "Ini adalah seruan atas kehormatan orang-orang yang beruban dan keluarganya," demikian pendapat Asy Syaukani.

Sementara itu, Ustadz Abdul Shomad (UAS) juga memberikan penjelasan tentang uban. Dikutip dari cuplikan ceramahnya di youtube, UAS memaparkan hubungan cahaya dan uban.

Orang yang bercahaya di hari kiamat adalah orang yang banyak mengerjakan amal shaleh. Dengan tumbuhnya uban, orang tersebut diingatkan tentang kematian dan dengan mengingat mati, maka ia tergerak untuk banyak beramal shaleh.

Karena itu, ketika ada anak muda yang sudah beruban, maka berarti Allah SWT sayang kepadanya agar istiqamah mengerjakan amal shaleh. "Jadi anak muda, engkau beruban itu berarti Allah sayang sama engkau," tutur UAS dalam ceramahnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement