Selasa 20 Jun 2023 21:19 WIB

Tempat Bersejarah di Padang Arafah, Ada Jejak Nabi Adam Hingga Rasulullah SAW

Arafah merupakan lokasi puncak haji dengan pelaksanaan wukuf.

Rep: Imas Damayanti / Red: Nashih Nashrullah
Jabal Rahmah di Padang Arafah. Arafah merupakan lokasi puncak haji dengan pelaksanaan wukuf
Foto: EPA-EFE/SAUDI HAJJ AND UMRAH MINISTRY
Jabal Rahmah di Padang Arafah. Arafah merupakan lokasi puncak haji dengan pelaksanaan wukuf

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Selain dikenal sebagai tempat wukuf bagi jamaah haji, Arafah juga merupakan wilayah yang memiliki tempat-tempat bersejarah di hati umat Islam. Ada tempat apa saja di Arafah?

Berikut empat tempat istimewa yang bersejarah di Arafah sebagaimana dikutip dari Ensiklopedia Peradaban Islam Makkah:

Baca Juga

Pertama, Jabal Rahmah. Salah satu tempat yang istimewa di Arafah adalah adanya Jabal Rahmah, yakni sebuah bukit yang menjadi tempat pertemuan antara Nabi Adam dan Siti Hawa. 

Keduanya bertemu kembali di bumi setelah 40 tahun lamanya (atau dalam beberapa versi ada yang mengatakan lebih dari itu) usai diusir dari surga.

 

Namun, para ahli sejarah juga ada yang berpendapat beda. Bukit kecil yang terletak di bagian timur Arafah dinamai Jabal Rahmah karena kasih sayang Allah SWT kepada seluruh hamba-Nya. 

Dinamai juga an-Nabitah yang berarti tertanam, seolah-olah bukit ini tertanam di bumi. Dinamai juga Jabal ad-Du'a (Gunung Pengharapan).

Kedua, Masjid Namirah. Pada mulanya masjid ini adalah sebuah masjid kecil yang dinamai Masjid Arafah atau Masjid Ibrahim. Masjid ini pernah menjadi tempat sholat oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Muhammad SAW.

Nama Namirah atau Namrah dinisbatkan kepada sebuah gunung yang berada di sebelah barat masjid. Pada saat itu Rasulullah SAW membangun kemah.

Setelah tergelincir matahari, beliau berpindah ke lembah Uranah untuk berkhutbah dan melakukan sholat Dzuhur dan Ashar di sana. 

Selanjutnya, beliau berkhutbah di masjid yang terletak di perbatasan tanah Arafah dan tanah di luar Arafah (hanya bagian belakangnya saja yang termasuk Padang Arafah, sedangkan bagian depan Masjid Namirah bukan bagian dari Arafah).

Sejarah mencatat, perluasan masjid dilakukan secara terus-menerus. Pada masa Pemerintahan Raja Qatyinbay 873-901 Hijriyah, masjid ini diperluas dan terus direnovasi. Hingga kini, masjid tersebut dapat menampung 350 ribu jamaah.

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan

Luas area masjid sekitar 124 ribu meter persegi. Bagian belakang masjid ini terdiri atas dua lantai, luasnya sekitar 27 ribu meter persegi. 

Masjid ini mempunyai enam menara, masing-masing berketinggian 60 meter dan mempunyai tiga kubah, 10 jalan masuk utama, 64 buah pintu, serta terdapat sekitar 1.000 kamar mandi dan toilet.

Ketiga, Wadi Uranah. Lokasinya berada berada di perbatasan antara tanah Arafah dan di luar Arafah. Tepatnya di sebelah barat Arafah. Lembah ini menjadi lokasi Khutbah Wada.

Keempat, Masjid Shukhairat. Letaknya di kaki Jabal rahmah. Sebelah kanan jalan naik menuju puncaknya. Di sinilah tempat Rasulullah SAW wukuf di Arafah.

Lokasi ini merupakan tempat berhentinya unta Quswa milik Rasulullah SAW. Beliau menghadap ke arah kiblat sampai terbenam matahari, lalu bergerak ke arah Muzdalifah. Imas Damayanti   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement