Kamis 22 Jun 2023 16:00 WIB

Emirates Tambah Penerbangan ke Makkah dan Jeddah Selama Haji

Keputusan ini diambil untuk memenuhi permintaan perjalanan jamaah haji.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Pesawat Airbus A380 milik maskapai penerbangan Emirates tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (1/6/2023). Pendaratan pesawat komersial terbesar di dunia dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai menuju Bali tersebut menjadi penerbangan komersil pesawat A380 pertama di Indonesia.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Pesawat Airbus A380 milik maskapai penerbangan Emirates tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (1/6/2023). Pendaratan pesawat komersial terbesar di dunia dengan nomor penerbangan EK368 dari Dubai menuju Bali tersebut menjadi penerbangan komersil pesawat A380 pertama di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Maskapai Emirates mengumumkan penerbangan tambahan ke dan dari Arab Saudi. Keputusan ini diambil untuk memenuhi permintaan perjalanan jamaah haji.

Dengan dimulainya musim haji diikuti oleh libur akhir pekan Idul Adha, Emirates mengumumkan akan menambah penerbangan ke dan dari kota Makkah dan Jeddah.

Baca Juga

"Wilayah Kota Madinah juga akan ikut dilayani dengan penerbangan harian selama periode ini," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan dikutip di Al Arabiya, Kamis (22/6/2023).

Setidaknya sepuluh penerbangan telah ditambahkan ke dan dari Jeddah. Untuk penerbangan ini, jamaah akan diangkut dengan Boeing 777 hingga 7 Juli.

 

Penerbangan haji ke Jeddah akan berjalan paralel dengan jadwal maskapai UEA yang sudah ada ke Arab Saudi. Penerbangan tambahan terbuka untuk penumpang dengan visa haji yang sah dan di atas usia 12 tahun, serta mereka yang telah divaksinasi Covid-19.

"Emirat melihat pemesanan yang kuat untuk perjalanan haji dari Pakistan, India, Bangladesh, Indonesia, Thailand, Senegal, Pantai Gading, Mauritius dan Afrika Selatan,” lanjut mereka.

Arab Saudi mengantisipasi 2,6 juta jamaah haji musim ini, mencapai angka pra-pandemi. Sejauh ini, Kerajaan telah menerima lebih dari 1,3 juta jamaah. Ibadah haji akan dimulai pada 26 Juni.

Bagi jamaah haji yang terbang dari Dubai, tim bandara akan mengatur check-in dan membantu prosedur keberangkatan. Adapun bagi jamaah yang transit melalui Dubai akan dikawal dari gerbang kedatangan ke gerbang keberangkatan. Semua prosedur kedatangan diproses oleh tim haji khusus.

Di atas pesawat, Emirates menyebut akan memberikan pengalaman yang berpusat pada peziarah. Mereka menjunjung tinggi nilai dan tradisi keyakinan para pelancong.

Termasuk yang diperhatikan adalah layanan untuk wudhu dan bersuci, penyediaan handuk tanpa pewangi dan selimut tambahan, serta pengumuman kapan pesawat terbang memasuki zona al-Miqat (keadaan suci) dan menunjukkan contoh pergantian jubah Ihram.

Tidak berhenti di situ, penumpang juga akan dapat melakukan check-in hingga lima liter air suci Zamzam, yang katanya akan ditempatkan di area khusus di ruang kargo. Setidaknya 34 penerbangan tambahan telah ditambahkan ke tujuan populer di Timur Tengah, untuk memenuhi permintaan selama enam hari libur Idul Adha.

Emirates mengatakan telah menambahkan sepuluh penerbangan ke Amman dari 21-30 Juni, serta sepuluh penerbangan lagi ke Beirut dari 20-29 Juni. Di dalam GCC, maskapai ini telah menambahkan lima penerbangan ke Dammam dari 21-25 Juni dan sembilan penerbangan ke Kuwait dari 22 Juni-2 Juli. Maskapai ini juga akan menawarkan pilihan makanan yang sesuai dengan perayaan Idul Adha.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement