Senin 03 Jul 2023 22:57 WIB

Tips Jaga Kesehatan Jamaah Haji Usai Armuzna, Begini Caranya

Puncak ibadah haji telah selesai.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Muhammad Hafil
Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jutaan jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat.
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Jamaah haji melakukan tawaf ifadah mengelilingi ka’bah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (1/7/2023). Jutaan jamaah haji melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji usai melakukan wukuf di Arafah dan lempar jamrah di Jamarat.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Puncak Ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina) telah selesai. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan petugas kloter kembali menempati pos masing-masing, mengikuti pola pergerakan jamaah haji.

“ Titik fokus kita saat ini adalah menjaga kondisi kesehatan jamaah haji setelah Armuzna, ” jelas dr. H. Tejo Katon, S.Si, MBA, MM petugas PPIH Arab Saudi Daker Madinah Sektor Bir Ali, di Makkah 2 hari pasca Armuzna, Senin (3/7/2023).

Baca Juga

Dokter Tejo Katon, menegaskan kewaspadaan petugas tidak boleh berkurang meski puncak pelaksanaan ibadah haji telah selesai sampai masa operasional haji selesai.

"Jamaah haji Indonesia juga harus disiplin memakai masker, mengingat pasca-Armuzna terjadi pergeseran tren penyakit jemaah haji. Hingga hari Minggu kemarin  (2/7/2023), saya amati banyak jamaah haji yang mengalami batuk pilek," katanya. 

Penyakit batuk pilek tersebut, kata dia, dikarenakan faktor cuaca dan kelelahan setelah melaksanakan puncak haji di Armuzna. Dengan kesehatan menurun maka mudah terserang batuk pilek apalagi jika jemaah haji tidak pakai masker. Meski tidak berbahaya, batuk pilek bisa membuat aktivitas jamaah haji menjadi tidak nyaman.

Hal ini dikarenakan batuk pilek disertai beberapa gejala, seperti bersin, hidung tersumbat, batuk, dan sakit pada tenggorokan. Batuk pilek disebabkan karena infeksi virus, terutama rhinovirus, pada hidung dan tenggorokan. Virus ditularkan melalui kontak secara langsung dengan penderita atau menyentuh benda yang terkontaminasi virus. 

"Batuk pilek bisa diobati sendiri di hotel pemondokkan jamaah haji  tanpa penanganan medis," ungkapnya.

Berikut beberapa cara mengatasi batuk pilek yang bisa jemaah haji Indonesia lakukan:

1. Mencukupi asupan cairan tubuh.

Memastikan cairan tubuh tercukupi penting untuk mengurangi gejala batuk pilek. Oleh karena itu, jemaah haji perlu minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. 

Selain itu, jemaah haji dapat mengonsumsi air lemon hangat atau sup untuk menambah asupan cairan.

 Disamping itu sering minum juga bertujuan untuk mengindarkan jamaah haji dari kelelahan dan dehidrasi. Ingat kelelahan dan dehidrasi dapat memicu munculnya penyakit lainnya

2. Istirahat yang cukup.

Istirahat yang cukup penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh jemaah haji  untuk melawan virus. Selain membantu mempercepat penyembuhan, istirahat yang cukup bisa mencegah risiko penularan virus ke orang lain.

3. Memakai Masker.

Yang harus diingat masker dapat melindungi jamaah haji  dari potensi penularan penyakit lainnya. 

"Nah yang terakhir, silahkan untuk minum obat agar terapinya tambah komplit dan cepat sembuh dan sehat," jelas dr. H. Tejo Katon yang juga Wakil Ketua Umum IPHI DIY bidang kesehatan dan Ketua Biro Kesehatan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Wilayah DIY.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement