Jumat 14 Jul 2023 13:10 WIB

Ini Inovasi Pengiriman Daging Dam dari Makkah ke Indonesia

Daging dam petugas haji dikirim ke Indonesia.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman di Rumah Potong Hewan (RPH) Al-Ukaisiyah Makkah usai meninjau pengemasan daging hewan dan qurban dari petugas haji dan sebagian jamaah haji, Kamis (13/7/2023) sore waktu Arab Saudi.
Foto: Republika/Fuji E Permana
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman di Rumah Potong Hewan (RPH) Al-Ukaisiyah Makkah usai meninjau pengemasan daging hewan dan qurban dari petugas haji dan sebagian jamaah haji, Kamis (13/7/2023) sore waktu Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1444 Hijriyah/ 2023 M petugas haji dan beberapa jamaah haji melakukan pembayaran dam secara resmi yang dikelola Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Rumah Potong Hewan (RPH) Al-Ukaisiyah Makkah secara resmi ditunjuk menjadi tempat penyembelihan kambing atau hewan dam petugas dan beberapa jamaah haji.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman menyampaikan, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terkumpul sebanyak 3.166 kambing sebagai dam dan qurban dari petugas serta sebagian jamaah haji. Sebanyak 3.166 kambing tersebut dagingnya sedang dipotong dan dikemas ke dalam kardus.

Baca Juga

"Selanjutnya dagingnya dimasukan ke dalam freezer agar daging itu benar-benar aman dari bakteri, karena dagingnya cukup banyak maka membutuhkan tiga hari untuk penyimpannya sebelum dikirim ke Indonesia," kata Khalilurrahman saat diwawancarai Republika di RPH Al-Ukaisiyah Makkah, Kamis (13/6/2023).

Ia menjelaskan, pengiriman daging dam yang sudah dikemas dalam kardus dari Jeddah ke Indonesia memakan waktu sekitar 12 hari. Di Indonesia daging tersebut akan diolah menjadi rendang dan dimasukan dalam kemasan plastik kedap udara atau pouch berukuran 150 gram.

 

Selanjutnya daging dam yang sudah diolah tersebut akan dibagikan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan, dan masyarakat Indonesia di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

 

Khalilurrahman menegaskan, pengelolaan pembayaran dam secara resmi dan pengolahan daging hewan dam ini merupakan inovasi terbaru. Sejak penyelenggaraan ibadah haji selama puluhan tahun, ide pengiriman dan pengolahan daging hewan dam belum ada yang direalisasikan.

"Pada tahun ini kita melakukan inovasi terbaru dalam rangka untuk memberikan nilai manfaat sosial bahwa yang selama ini haji hanya memberikan manfaat secara individu dan spiritual personal, sekarang mulai tahun 2023 maka jamaah haji bukan hanya memberikan nilai spiritual personal tapi juga memberikan manfaat sosial horizontal yang manfaatnya dapat dirasakan oleh fakir miskin," ujar Khalilurrahman.

Ia menambahkan, pengelolaan daging hewan dam juga dalam rangka membantu mensukseskan program pemerintah yakni mengentaskan stunting di Tanah Air. Mudah-mudahan awal September 2023, daging hewan dam yang telah menjadi rendang di dalam pouch sudah bisa dikirim kepada masyarakat yang membutuhkan.

Khalilurrahman juga menyampaikan, pengelolaan, pengiriman dan pengolahan daging hewan dam dapat dilaksanakan berkat kerjasama antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Baznas sudah punya data yang akurat terkait siapa saja masyarakat yang laiak menerima daging hewan dam dan qurban tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement