Ahad 16 Jul 2023 20:58 WIB

KKHI Madinah Mulai Periksa Kesehatan Jamaah Haji Risiko Tinggi

Pemeriksaan jamaah haji risiko tinggi dilakukan bertahap.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Nora Azizah
Petugas kesehatan sedang menyuapi jamaah haji lansia yang sedang berobat.
Foto: Republika/Fuji E Permana
Petugas kesehatan sedang menyuapi jamaah haji lansia yang sedang berobat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menggelar Medical Check Up (MCU) terhadap jamaah haji risiko tinggi (risti) gelombang kedua yang telah tiba di Kota Madinah. MCU dilaksanakan secara bertahap mulai 11 Juli 2023. 

“Alhamdulillah, kami mulai melaksanakan MCU untuk jemaah haji Risti sejak 11 Juli 2023," ujar Kasie Kesehatan Daker Madinah dr Thafsin Alfarizi di Madinah, Ahad (16/7/2023).

Baca Juga

MCU ini merupakan salah satu strategi bidang kesehatan Madinah untuk menekan angka kesakitan dan kematian jmaah haji. Selain itu MCU dilakukan sebagai skrining tanazul yang akan dilaksanakan oleh KKHI Madinah. 

Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) sebelumnya telah menyeleksi jemaah haji Risti yang akan menjalani MCU. Seleksi ini sudah dilakukan setiap hari oleh TKHK melalui pemeriksaan rutin yang dilaksanakan di kloter. 

 

“Seperti MCU pra Armuzna, jemaah haji Risti yang akan melaksanakan MCU sudah hasil seleksi TKHK melakui pemeriksaan rutin yang mereka lakukan di kloter masing-masing,” katanya. 

Jamaah haji akan melalui serangkaian pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tekanan darah, pengukuran EKG, dan pengukuran kimia darah. Selanjutnya hasil pengukuran tersebut akan diberikan rekomendasi oleh dokter spesialis di KKHI. Layanan MCU lainnya meliputi poli jantung, paru, penyakit dalam, dan psikiatri. 

“Jamaah haji nantinya akan melakukan pemeriksaan seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan EKG, dan pemeriksaan kimia darah. Selain itu jamaah haji Risti juga akan diperiksa oleh dokter spesialis sesuai dengan keluhannya karena sekaligus MCU akan dibuka poli jantung, paru, penyakit dalam, dan psikiatri, dan pemeriksaan oleh dokter ahli lainnya sesuai kondisi jamaah," ungkapnya. 

Pelaksanaan MCU, KKHI Madinah bekerja sama dengan Emergency Medical Team (EMT) di sektor. Jamaah haji ini akan difasilitasi EMT dalam mobilisasi dari penginapan ke KKHI Madinah hingga pengembalian pasca-MCU. 

Lebih lanjut Alfarizi menyampaikan melalui MCU, KKHI Madinah sekaligus melakukan skrining untuk program tanazul yang akan dijalankan pada jemaah haji gelombang 2 khususnya. Program tanazul KKHI Madinah akan memulangkan jemaah haji sakit tidak bersama kloternya melalui Bandara Haji Madinah. 

“Selain untuk menekan angka kesakitan dan kematian jemaah haji di Madinah, MCU ini kami jalankan untuk seleksi jamaah haji yang membutuhkan program tanazul melalui Bandara Haji Madinah," ucapnya. 

Hingga hari ketiga pelaksanaan MCU, KKHI Madinah sudah memeriksa 49 jamaah haji Risti dengan rekomendasi yakni 41 jamaah haji dirawat jalan, 7 jamaah haji dirawat inap di KKHI Madinah, dan 1 jamaah haji dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi di Madinah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement