Rabu 19 Jul 2023 16:44 WIB

Percetakan Alquran Terbesar di Dunia Ada di Madinah

Setiap tahun, percetakan kitab suci ini dikunjungi oleh hampir 2 juta pengunjung.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Ani Nursalikah
Suasana ruang pamer di Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah, Arab Saudi, Selasa (18/7/2023).
Foto: Republika/Agung Sasongko
Suasana ruang pamer di Percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah, Arab Saudi, Selasa (18/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Kota Madinah, Arab Saudi dikenal sebagai kota yang memiliki percetakan terbesar di dunia. Jadi, percetakan ini layak untuk menjadi tujuan utama wisata saat berada di Madinah.

Percetakan Alquran di Madinah merupakan satu wisata yang penting untuk dikunjungi oleh umat muslim saat berada di Madinah menjalankan ibadah umroh maupun haji. Pasalnya, percetakan ini merupakan percetakan Alquran terbesar di dunia.

Baca Juga

Percetakan ini terletak di Kompleks Raja Fahd, dinilai sebagai percetakan terbesar di dunia dengan luas 250.000 meter persegi. Setiap tahun, percetakan kitab suci ini dikunjungi oleh hampir dua juta pengunjung dari berbagai negara termasuk jamaah umroh dan haji dari Indonesia. Lokasinya kira-kira 11 kilometer dari Masjid Nabawi.

Percetakan ini dibangun pada tahun 1984 oleh Raja Fahd yang setiap tahunnya menghasilkan 207 juta eksemplar kitab-kitab Al-Quran, Hadits Nabi, tafsir, dan buku Yasin dalam berbagai bahasa untuk kemudian didistribusikan ke seluruh dunia.

 

Republika berkesempatan mengunjungi percetakan ini, Selasa (18/7/2023). Saat memasuki gerbang Kompleks Percetakan, di halaman utamanya kita menjumpai pohon-pohon palem dan taman yang hijau, yang dipenuhi dengan berbagai jenis bunga yang tumbuh mekar. Tak seperti di tempat-tempat lainnya di Saudi, di komplek percetakan ini terlihat asri dengan taman yang menghijau.

Sesampainya di halaman utama, kami diarahkan untuk mengantre masuk ke lokasi percetakan. Selama mengantri kurang lebih setengah jam, kami diarahkan masuk ke lantai dua. Di lantai dua ini kami dapat melihat beberapa salinan mushaf Alquran dengan berbagai terjemahan bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia.

Sedangkan bagian percetakannya berada di lantai pertama. Pengunjung tidak dapat turun menuju lantai awal. Kemungkinan agar kondisi percetakan steril dan kondusif dari keramaian manusia.

Di lantai dua ada...

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement