Selasa 29 Aug 2023 15:44 WIB

Populasi Meningkat, Pakistan Desak Arab Saudi Tambah Kuota Haji

Terdapat kesenjangan antara kuota haji saat ini dan jumlah penduduk.

Rep: Zahrotul Oktaviani / Red: Ani Nursalikah
Masjidil Haram
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Masjidil Haram

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Menteri Sementara Urusan Agama dan Kerukunan Antaragama Pakistan Aneeq Ahmed meminta dan mendesak Saudi agar menambah kuota haji negara tersebut. Permintaan ini disampaikan menyusul upaya mengakomodasi pertumbuhan populasi Muslim di sana.

Dalam perbincangan eksklusif dengan salah satu media lokal, ia menyoroti kesenjangan antara kuota haji saat ini dan jumlah penduduk di negara tersebut.

Baca Juga

"Saat ini, kuota haji yang dialokasikan di Pakistan berjumlah 179.210 jamaah. Jumlah tersebut masih jauh dari mewakili populasi negara secara akurat," kata dia, dikutip di Daily Times, Selasa (29/8/2023).

Berdasarkan sensus yang dilakukan baru-baru ini, terungkap populasi Pakistan mengalami lonjakan. Saat ini, tercatat ada 241,49 juta jiwa di negara tersebut dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 2,55 persen.

 

Menteri Aneeq pun mengambil kesempatan membahas masalah ini dengan Menteri Haji Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah. Ia dilaporkan sempat melakukan kunjungan perjalanan ke Pakistan dan Bangladesh baru-baru ini.

Al-Rabiah pun mengakui kekhawatiran perihal kuota tersebut. Ia menjawab bahwa peningkatan kuota haji tergantung pada penyelesaian formalitas prosedural yang diperlukan.

Dari pertemuan itu dibahas pula soal keberhasilan proyek ‘Jalan Menuju Makkah’. Inisiatif ini secara signifikan mampu menyederhanakan proses ibadah selama haji 2023.

Menteri Aneeq lantas mengusulkan adanya perluasan inisiatif tersebut agar mencakup beberapa bandara di Pakistan, termasuk Lahore dan Karachi. "Perluasan ini tentunya akan memudahkan jamaah untuk memulai perjalanan suci haji," kata dia.

Selain itu, ia menganjurkan untuk mengecualikan individu berusia 65 tahun ke atas dari kewajiban verifikasi biometrik ibadah haji. Ia menilai langkah ini akan mengurangi ketidaknyamanan yang dihadapi oleh warga lanjut usia, yang sering mengalami kesulitan dengan pengenalan sidik jari selama proses verifikasi.

Perihal aspek penting lainnya, ia merekomendasikan menjajaki lokasi alternatif Rumah Pakistan di Makkah dan Madinah. Ia lantas menyebut struktur tersebut telah dibongkar, untuk membuka jalan bagi perluasan Haram Sharif khususnya di Madinah.

Menteri Aneeq menegaskan Kementerian Agama dan Kerukunan Umat Beragama secara aktif menggarap serangkaian rencana, yang bertujuan mengurangi biaya ibadah haji. Di sisi lain, ia juga berupaya meningkatkan fasilitas untuk menjamin kemudahan dan kenyamanan seluruh jamaah.

Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Saudi dan Ketua Program Pengalaman Haji Tawfiq Al Rabiah, telah mengakhiri kunjungan resminya ke Pakistan dan Bangladesh. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah mempererat hubungan dan mendiskusikan kerja sama yang mungkin bisa terbangun, sekaligus mengatasi tantangan yang ada.

Kunjungan ke luar negeri itu menyoroti upaya besar pemerintah Penjaga Dua Masjid Suci, yang dilakukan untuk meningkatkan organisasi, infrastruktur dan layanan haji dan umrah.

Selama kunjungan, sebuah perjanjian telah ditandatangani antara otoritas penerbangan sipil Arab Saudi dengan dua negara itu. Perjanjian ini bertujuan meningkatkan frekuensi penerbangan dari Pakistan dan Bangladesh ke Arab Saudi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement