Rabu 21 Feb 2024 20:45 WIB

Prediksi Minat Jamaah Umroh Indonesia Saat Ramadhan 2024

Minat umroh di bulan Ramadhan memang secara permintaan sepertinya tinggi.

Rep: Mgrol150/ Red: Muhammad Hafil
 Prediksi Minat Jamaah Umroh Indonesia saat Ramadhan 2024. Foto:   Syam Resfiadi.
Foto: dok. Istimewa
Prediksi Minat Jamaah Umroh Indonesia saat Ramadhan 2024. Foto: Syam Resfiadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kesempatan untuk beribadah umroh pada bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang sulit dilewatkan. Pada dasarnya, beribadah pada bulan Ramadhan Allah SWT akan lipat gandakan pahala bagi umat Muslim. Khususnya umat Muslim di Indonesia merupakan impian untuk dapat melaksanakan ibadah umroh di bulan suci. Bagaimana minat jamaah umroh dari Indonesia saat Ramadhan?

“Minat umroh di bulan Ramadhan memang secara permintaan sepertinya tinggi, tetapi pada praktiknya tidak. Karena tidak semua memiliki kemampuan untuk pergi di bulan Ramadhan diutamakan karena masalah waktu, ada alasan dengan keluarga, dan seterusnya,” kata Syam Resfiadi, perwakilan Organisasi Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (SAPUHI), ketika diwawancarai via  Whatsapp, Rabu (21/02/2024)

Baca Juga

Menurut Kementerian Agama RI, standar harga umroh 2024 sendiri adalah Rp 24 juta, akan tetapi biaya tersebut hanya sebagai tolak ukur dan belum termasuk fasilitas lainnya. Rata-rata agen perjalanan atau travel memberikan biaya dengan harga mulai dari Rp 28 jutaan. Namun, berbeda halnya dengan umroh pada bulan Ramadhan. 

Syam menjelaskan, alasan jamaah umroh dari Indonesia sedikit dikarenakan harga jauh lebih mahal dibandingkan musim – musim sebelum Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir Ramadhan yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan 10 hari pertama, kedua, atau pertengahan bulan Ramadhan. Karena pada 10 hari terakhir Ramadhan merupakan malam Lailatul Qadr sehingga menjadi mahal.

Walaupun harga yang lebih mahal dari waktu biasa, antusias dari umat Muslim seluruh dunia relatif banyak sekali permintaan namun tidak bisa tertampung. Karena banyaknya penduduk lokal Arab Saudi yang beribadah, sejak tahun 1980-an memang sudah menjadi hal yang biasa Masjidil Haram dipenuhi oleh jamaah lokal. Ketika di luar bulan Ramadhan mereka sibuk bekerja dan lebih memberi kesempatan bagi jamaah yang berasal dari luar negeri. Mereka meluangkan waktu untuk lebih banyak beribadah pada momen Ramadhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement