Selasa 30 Apr 2024 14:08 WIB

Menteri Haji Arab Saudi Temui Wapres Ma'ruf Bahas Pelaksanaan Haji

Indonesia punya problema jumlah jamaah haji yang menunggu terlalu banyak.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah
Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, menerima kedatangan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (30/4/2024).
Foto: Republiika/Febrian Fachri
Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, menerima kedatangan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, di Istana Wakil Presiden di Jakarta, Selasa (30/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, mengatakan siang ini, Selasa (30/4/2024), Wapres KH Ma’ruf Amin menerima kedatangan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah di Istana Wakil Presiden di Jakarta.

 

Baca Juga

Masduki menyebut kedatangan menteri haji bertemu Ma’ruf merupakan momen yang sangat penting. Ini karena pemerintah Indonesia secara resmi juga akan menyampaikan ucapan terima kasih terhadap kebijakan Arab Saudi.

Ini terutama dari Menteri Haji dan Umrah yang sudah memberikan kuota secara khusus yang jumlahnya mencapai 20.000 jamaah haji tambahan

 

“Jumlah itu sudah diambil sebuah kebijakan oleh pemerintah Indonesia. Harapan Wakil presiden ke depan itu adalah bahwa pemerintah Arab Saudi dalam hal ini adalah Menteri Haji dan Umrah diharapkan akan terus memberikan tambahan kuota terus-menerus setiap tahun,” kata Masduki.

 

Sampai saat ini pemerintah Indonesia punya problema jumlah jamaah haji yang menunggu terlalu banyak. Sehingga dengan demikian bila ada kuota tambahan terus-menerus dengan jumlah seperti yang sekarang itu diharapkan akan memberikan beban yang ringan buat pemerintah Indonesia ke depan 5-10 tahun ke depan akan ringan.

 

“Harapannya mudah-mudahan nanti jamaah haji Indonesia itu sudah bisa normal seperti dahulu kala, bahwa kalau orang naik haji, ingin naik haji mendaftar sekarang maka tidak lebih dari lima tahun sudah bisa berangkat haji, itu yang terjadi kalau normal,” ucap Masduki.

 

Ia menilai seperti yang sekarang diketahui kalau sekarang mendaftar terutama di daerah-daerah tertentu seperti di daerah Sulawesi Selatan ataupun di Jawa Timur itu sampai menunggu lebih dari 20 tahun. Inilah yang menurut Masduki yang kemudian menjadi keresahan bersama setiap kali Wapres berkunjung ke berbagai daerah.

Karena masyarakat mendesak supaya durasi antrean haji tidak terlalu lama mengingat tidak sedikit jamaah calon haji yang sudah berusia lanjut. Selain itu, Ma'ruf dan Menteri Haji Saudi akan berbicara mengenai harapan bagaimana agar pemerintah Indonesia dan pemerintah Arab Saudi terus berkoordinasi dengan baik. Yakni dengan harapan manajemen haji, pelaksanaan di lapangan terutama itu makin lebih baik, makin efisien dan tentu saja tidak memberatkan segala pembiayaan.

 

“Kita juga mengandung bahwa pemerintah Arab Saudi sekarang punya kebijakan ke depan bagaimana agar tidak tergantung pada minyak tapi harapannya yang diandalkan adalah pada wisata-wisata itu ada dua wisata yang umum dan wisata yang khusus itu jamaah haji dan umroh,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement