Selasa 14 May 2024 16:08 WIB

Arab Saudi Perketat Izin Memasuki Makkah 

Orang yang masuk Makkah secara ilegal akan dihukum.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Pemandangan kota Makkah di waktu Subuh dari atas puncak Jabal Nur, nampak Zamzam Tower dan Masjidil Haram di sebelah Barat Daya. Sabtu (10/6/2023.
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Pemandangan kota Makkah di waktu Subuh dari atas puncak Jabal Nur, nampak Zamzam Tower dan Masjidil Haram di sebelah Barat Daya. Sabtu (10/6/2023.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Wakil Emir wilayah Makkah dan Wakil Ketua Komite Haji Pusat, Pangeran Saud bin Mishaal, menekankan bahwa tidak ada peziarah yang diizinkan untuk melakukan haji tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu. Dia menegaskan peraturan akan ditegakkan secara ketat terhadap siapapun yang melanggar instruksi tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Emir saat meluncurkan kampanye musim ke-16 bertajuk "Haji adalah ibadah dan perilaku yang beradab," di markas besar emirat di Jeddah pada hari Senin. Pangeran Saud meluncurkan kampanye atas nama Pangeran Khalid Al-Faisal, emir Makkah dan penasihat Penjaga Dua Masjid Suci. Kampanye ini diluncurkan dengan slogan "Tidak ada haji tanpa izin," yang dihadiri oleh beberapa pangeran, menteri, dan pejabat senior.

Baca Juga

Selama konferensi pers untuk menandai peluncuran kampanye, Pangeran Saud berterima kasih kepada Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman atas perhatian mereka yang besar dalam melayani dan memastikan keselamatan para peziarah.

Dia memuji bimbingan berkelanjutan mereka dalam memanfaatkan semua sumber daya untuk memfasilitasi ritual para peziarah dengan lancar dan aman. Dia juga memuji Menteri Dalam Negeri dan Ketua Komite Haji Pusat Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif karena mendukung dan mengawasi upaya yang berkaitan dengan ritual Islam yang besar ini.

Pangeran Saud mengatakan bahwa peluncuran kampanye dengan slogan seperti itu menekankan pencapaian tahun-tahun sebelumnya dalam mencegah pelanggar peraturan, yang berusaha melakukan ziarah tanpa izin. Itu juga berkontribusi untuk mengurangi kesalahan, mengekspos kampanye penipuan, dan akibatnya mengurangi jumlah peziarah ilegal. 

“Hal ini telah memfasilitasi peningkatan pelayanan yang diberikan kepada para peziarah dan menciptakan lingkungan spiritual yang kondusif bagi mereka untuk melakukan pilar kelima Islam dengan mudah dan nyaman,” katanya dilansir dari Saudi Gazette pada Selasa (14/5/2024).

Pangeran Saud mendesak semua sektor yang terlibat dalam haji untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapan untuk menerima dan melayani para peziarah, sejalan dengan arahan dan aspirasi kepemimpinan. Dia juga menegaskan kembali pentingnya menerapkan peraturan dan tidak mentolerir pelanggaran untuk memastikan haji yang aman dan bebas repot. Dia memuji pernyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Cendekiawan Senior Saudi, yang menegaskan larangan melakukan haji tanpa izin.

Wakil emir menekankan bahwa fatwa (maklumat agama) ini memperhitungkan kesucian tempat dan kekudusan ritual. Ini bertujuan untuk memungkinkan umat Islam untuk melakukan pilar kelima Islam dengan aman, tenang, dan mudah, sementara juga memungkinkan sektor pemerintah untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada mereka. 

Dia juga mencatat bahwa masuk tanpa izin ke situs suci memiliki dampak negatif dan mengganggu sistem layanan yang diberikan kepada para peziarah yang sah. "Oleh karena itu, sangat penting untuk mematuhi pihak berwenang dan menghindari melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan orang lain dengan cara apa pun," dia menekankan.

Berbicara pada kesempatan itu, Direktur Keamanan Publik Letnan. Gen. Mohammed Al-Bassami mengkonfirmasi kesiapan pasukan keamanan haji di semua sektor untuk menghadapi ancaman apa pun terhadap keamanan atau hukum dan ketertiban untuk musim haji 2024. Dia menekankan pencegahan tindakan apa pun yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan para peziarah.

Al-Bassami menyatakan bahwa pelanggar akan ditahan dan hukuman akan diterapkan sesuai dengan peraturan dan hukum. Dia menekankan pentingnya upaya bersama untuk menyelesaikan semua pengaturan lapangan, meningkatkan kesiapan, dan mengimplementasikan rencana pada tingkat yang selaras dengan kemampuan Kerajaan untuk melayani para peziarah.

Kepala Keamanan Publik juga berbicara tentang koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah mengenai kartu identitas khusus untuk peziarah. "Rencana lapangan telah dikembangkan untuk memeriksa semua fasilitas akomodasi di Makkah dan menghapus pelanggar peraturan haji," tambahnya.

Sumber:

https://saudigazette.com.sa/article/642833/SAUDI-ARABIA/Makkah-deputy-emir-No-Hajj-without-a-permit-and-violators-will-be-dealt-with-sternly-nbsp

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement