Rabu 10 May 2023 19:13 WIB

Jamaah Haji NTB Tertua Berusia 102 Tahun dan Termuda 18 Tahun

Jamaah haji asal NTB yang akan berangkat tahun ini 4.499 orang.

Ilustrasi. Calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) kloter pertama di Asrama Haji NTB. Jamaah Haji NTB Tertua Berusia 102 Tahun dan Termuda 18 Tahun
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Ilustrasi. Calon jamaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) kloter pertama di Asrama Haji NTB. Jamaah Haji NTB Tertua Berusia 102 Tahun dan Termuda 18 Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan jamaah haji tertua Embarkasi Lombok yang akan berangkat tahun ini berusia 102 tahun dan termuda berusia 18 tahun.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama NTB Zamroni Azis mengatakan jamaah haji tertua berusia 102 tahun ini atas nama Muhammad Jinambar warga Langko Daye, Desa Langko Lingsar Kabupaten Lombok Barat. Ia lahir pada 1 Juli 1920.

Baca Juga

Sedangkan jamaah haji termuda berusia 18 tahun atas nama Anisya Umiturahmania warga Pejarakan, Ampenan Kota Mataram yang lahir pada 12 Agustus 2004. "Khusus jamaah haji termuda ini karena menggantikan orang tuanya yang meninggal. Dan dia merupakan ahli waris," ujarnya, Rabu (10/5/2023).

Zamroni menyatakan total kuota jamaah haji asal NTB yang akan berangkat ke tanah suci Makkah sebanyak 4.499 orang. "Dari jumlah itu sekitar lima persen atau 225 orang merupakan jamaah haji lansia dan ada penambahan 163 orang jamaah haji termasuk lima orang petugas," ujarnya.

 

Jamaah haji akan diberangkatkan dalam 12 kloter. Mereka mulai masuk asrama haji pada 6 Juni sampai 20 Juni 2023.

Untuk kloter pertama Embarkasi Lombok akan berangkat pada 7 Juni dan kloter 12 pada 21 Juni 2023. Sedangkan mereka kembali ke Indonesia untuk kloter pertama pada 19 Juli dan kloter 12 kembali pada 2 Agustus 2023.

"Untuk kloter 12 ini merupakan campuran antara jamaah haji NTB dan Aceh," kata Zamroni.

Menurut dia, sebelum jadwal keberangkatan, jamaah haji ini sudah mendapatkan manasik haji di masing-masing kabupaten dan kota. Bahkan, jamaah juga mendapatkan delapan kali manasik haji di tingkat kecamatan.

Terkait rencana keberangkatan jamaah haji ini. Ia sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten serta kota. Termasuk juga dengan aparat keamanan baik kepolisian, TNI serta Imigrasi.

"Ini upaya kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji asal NTB, karena kuota haji kita sudah kembali normal setelah Covid-19," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement