Selasa 30 May 2023 18:36 WIB

Ibadah di Madinah, Jamaah Haji Diingatkan Sesuaikan Kondisi dan Jangan Dipaksakan

Jamaah haji di Madinah perlu mengingat nanti masih ada puncak haji di Makkah.

Rep: Agung Sasongko/ Red: Muhammad Hafil
Ibadah di Madinah, Jamaah Haji Diingatkan Sesuaikan Kondisi dan Jangan Dipaksakan. Foto: Suasana sholat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Jumat (26/5/2023). Tampak calon jamaah haji Indonesia di antara jamaah negara lain.
Foto: Republika/Agung Sasongko
Ibadah di Madinah, Jamaah Haji Diingatkan Sesuaikan Kondisi dan Jangan Dipaksakan. Foto: Suasana sholat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, Jumat (26/5/2023). Tampak calon jamaah haji Indonesia di antara jamaah negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Agung Sasongko dari Madinah, Arab Saudi

 

Baca Juga

Setiap jamaah haji memiliki kondisi fisik yang berbeda, apalagi jamaah haji lanjut usia. Kondisi ini yang patut menjadi perhatian jamaah haji selama di Madinah. Selama di Madinah, jamaah haji memiliki agenda berupa sholat Arbain di Masjid Nabawi, ibadah di Raudhah, dan ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah di Madinah.

"Ibadah bagi para lansia tidak bisa dipaksakan, karena kondisi fisiknya berbeda-beda," ungkap KH. Aminuddin Sanwar, petugas Bimbingan Ibadah Sektor 1, Selasa (30/5/2023).

 

Dia menjelaskan, di Madinah ada sejumlah ibadah. Misalnya, kegiatan ziarah maqbarah Rasulullah SAW, ziarah ke makam Baqi, ibadah arbain yakni shalat 40 waktu berjamaah di masjid Nabawi, ziarah ke masjid Quba, masjid Qiblatain dan masjid Khandaq. Lalu, ada ziarah ke jabal Uhud. Rangkaian di Madinah diakhiri dengan melakukan niat dan ihram di Bir Ali.

"Semua itu harus menyesuaikan kemampuan masing-masing. Karena lansia ada yang mandiri ada yang tidak, maka sesuaikan kondisi, jangan memaksakan," tambah KH. Aminuddin Sanwar.

Dia mengingatkan jamaah wajib menjaga kesehatan. Juga, selalu memakai atau membawa sandal, jika akan lama di masjid disarankan membawa makanan dan minuman.

"Jalankan sesuai kemanpuan, kalau memang nggak mampu jangan dipaksakan. Karena dalam setiap menjalankan ibadah, jamaah memiliki kapasitas kemampuan individu masing-masing dan beebeda," tuturnya.

"Allah selalu memberikan jalan keluar. Ini baru awal, dan sunah. Masih ada yang wajib di Makkah maka jaga kesehatan. Jangan sampai memburu sunah tapi mengabaikan atau mengorbankan yang wajib. Serahkan kepada Allah yang memiliki sifat rahman dan rahim," ukar KH. Aminuddin Sanwar. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement