Rabu 07 Jun 2023 13:57 WIB

Jelang Idul Adha, Sleman Mulai Waspada Penyebaran PMK

Sleman mulai waspadai PMK karena tingginya arus lalu lintas hewan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nora Azizah
Pekerja memberi minuman untuk sapi kurban.
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Pekerja memberi minuman untuk sapi kurban.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memimpin High Level Meeting menjelang Idul Adha 2023 di Ruang Sembada Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (7/6/2023). Dalam kesempatan tersebut Danang  mengungkapkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan TPID menjelang Idul Adha tahun 2023, salah satunya mewaspadai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

"Tingginya kesadaran masyarakat untuk berkurban menyebabkan kebutuhan dan permintaan hewan kurban terus meningkat. Hal itu menyebabkan tingginya arus lalu lintas hewan, terutama sapi dan kambing dari luar Sleman. Disinilah peran pemerintah untuk melakukan pengawasan," ungkapnya. 

Baca Juga

Menurutnya pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk dari luar daerah perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan dan kesehatan hewan yang akan disembelih, sebagai upaya meminimalisir hal yang tidak diinginkan, termasuk penyebaran PMK. 

Danang mengajak seluruh pihak untuk memberikan edukasi masyarakat untuk dapat menyembelih dan menangani hewan kurban dengan benar, sehat dan halal. Kegiatan High Level Meeting dihadiri TPID dan perwakilan perangkat daerah terkait serta forkopimda Kabupaten Sleman. 

 

Danang mengatakan penyelenggaraan High Level Meeting TPID ini merupakan upaya untuk mensinergikan langkah yang harus dilakukan dalam mengendalikan harga dan menjaga ketersediaan stok atau pasokan kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. 

"Saat ini kita bersinergi untuk menentukan langkah yang harus dilakukan menjelang Idul Adha. Ke depan TPID tidak hanya menyasar persoalan yang memicu gejolak harga melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek. Namun secara bertahap direncanakan mulai menyentuh pada solusi atas berbagai persoalan yang bersifat struktural," kata Danang, Rabu.

Dalam arahannya Danang juga meminta OPD yang terkait dengan kegiatan ekonomi, untuk menghimbau masyarakat agar tidak menimbun dan melakukan panic buying menjelang hari Raya Idul Adha. Ia berharap OPD terkait perlu melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya jumlah kebutuhan yang diikuti dengan kenaikan harga komoditas.

"Sebab kenaikan harga tersebut tentunya akan berimbas langsung dan memberatkan masyarakat," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement