Ahad 11 Jun 2023 18:24 WIB

Tips Sa'i Bagi Jamaah Haji Lansia dengan Manajemen Denyut Nadi

Dari bukit Safa ke Marwah jamaah haji harus jalan kaki kurang lebih 400 meter.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Lida Puspaningtyas
Koordinator Pengendali Teknis Pelayanan Haji Lansia, Hasan Basri Sagala mengecek berbagai layanan mulai konsumsi, transportasi, akomodasi, bimbingan ibadah, kesehatan, pelayanan lansia dan lainnya. Ini termasuk layanan khusus lansia.
Foto: Dok MCH 2023
Koordinator Pengendali Teknis Pelayanan Haji Lansia, Hasan Basri Sagala mengecek berbagai layanan mulai konsumsi, transportasi, akomodasi, bimbingan ibadah, kesehatan, pelayanan lansia dan lainnya. Ini termasuk layanan khusus lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan ketahanan fisik. Bagi jamaah haji yang tergolong kategori risiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia) butuh strategi untuk bisa menjalankan ibadah umrohnya dengan baik dan aman terutama saat sa’i.

Juru Bicara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Ramadhan Harisman mengatakan, ada tips yang bisa dilakukan jamaah risti dan lansia saat menjalankan sa’i dari bukit Safa ke Marwah di Masjidil Haram.

"Dari bukit Safa ke Marwah jamaah haji harus jalan kaki kurang lebih 400 meter. Saat jalan dari Safa ke Marwa, sejenak berhenti, istirahat dulu, berdoa dua menit untuk menurunkan denyut nadi," kata Ramadhan, Ahad (11/6/2023).

Ramadhan mengatakan, intinya yang penting jamaah haji memberikan kesempatan kepada jantung untuk istirahat supaya tidak terlalu terforsir. Kemudian jalan lagi melakukan sa'i, setiap putaran dari Sofa ke Marwah harus istirahat. Dengan metode ini mungkin selesainya sa’i lebih lama tapi lebih aman.

 

"Karenanya, sebaiknya jamaah yang masih muda dan sehat untuk mendampingi jamaah risti dan lansia agar tidak tertinggal dengan kelompok jamaahnya," ujar Ramadhan.

Ia mengatakan, disarankan jamaah haji yang punya riwayat penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) disarankan memakai kursi roda, karena rawan terhadap serangan jantung. Petugas terus memantau khusus jamaah risiko tinggi karena mempunyai penyakit bawaan yang sudah diderita dari Tanah Air.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga tanggal 10 Juni 2023, pukul 24.00 WIB, jumlah total kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi berjumlah 118.541 orang atau 308 kelompok terbang.

“Jumlah jamaah dan petugas yang didorong hari ini dari Madinah ke Mekkah sebanyak 6.270 orang atau 16 kloter,” jelas Ramadhan.

Disampaikan Ramadhan, terdapat tiga jamaah haji yang meninggal dunia di Makkah atas nama Acu Sanan Inun asal kloter JKS 40, Bhunidhi Sahumi Samit asal kloter SUB 08, dan Asnawi Said Mihi asal kloter SUB 43

"Sehingga sampai dengan saat ini jumlah jamaah haji yang wafat di Makkah sebanyak 15 orang. Secara keseluruhan, jamaah yang wafat hingga sampai saat ini berjumlah 40 orang. Sesuai ketentuan, jamaah yang wafat akan dibadalhajikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement