Senin 26 Jun 2023 12:30 WIB

Doa Sepanjang Perjalanan ke Arafah

Dianjurkan membaca doa saat menuju Arafah.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Doa Sepanjang Perjalanan ke Arafah. Foto: Ilustrasi Arafah
Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Doa Sepanjang Perjalanan ke Arafah. Foto: Ilustrasi Arafah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Doa merupakan 'senjata' bagi orang yang beriman. Dengan berdoa dalam waktu susah maupun senang, Allah SWT akan senantiasa memudahkan segala perkara yang hamba-Nya lalui.

Dalam buku Sejarah Makkah Al Mukarramah karya Syekh Shafiyurrahman Mubarak Furi disebutkan doa sepanjang perjalanan ke Arafah. Berikut lafadznya:

Baca Juga

"La ilaha illallah, wallahu akbar, la ilaha illallah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ala kulli syain qadir."

Yang artinya, "Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya seluruh kerajaan dan segala pujian, Dia yang Menghidupkan dan Dia yang Mematikan dan Dia yang berkuasa atas segala sesuatu."

Dijelaskan mengenai anjuran dan juga keutamaan membaca doa-doa harian, yakni sesungguhnya dengan berdoa, Allah dapat menghapuskan kesulitan, memberikan kemudahan, dan meluaskan hati orang-orang yang beriman.

Tak hanya itu, doa juga merupakan ibadah sebagaimana yang pernah disampaikan Rasulullah. Nabi bersabda, "Addu'a huwal ibadah." Yang artinya, "Doa itu adalah ibadah."

Bahkan Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al Ghafir ayat 60, "Wa qoola Rabbukumud 'uuniii astajib lakum; innal laziina yastakbiruuna an 'ibaadatii sa yadkhuluuna jahannama daakhiriin."

Yang artinya, "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Selain itu, keutamaan lainnya dari membaca doa adalah sebagaimana yang disampaikan Rasulullah, "Laisa syaiun akrama alallahi ta'ala minaddu'a." Yang artinya, "Tiada yang lebih mulia di hadapan Allah selain doa."

Allah akan menutup aib orang yang rajin berdoa

Rasululullah SAW bersabda, "Man sarrahu an yastajiballahu ta'ala lahu inda as-syadaaidi wal kurabi falyuktsiri ad-dua'a firrokha-i." Yang artinya, "Barang siapa yang keburukannya ingin disembunyikan Allah ketika ia ditimpa masalah dan malapetaka, maka perbanyaklah doa dengan sungguh-sungguh."

Baca juga : Haruskah Waktu Puasa Arafah dan Idul Adha Ikut Saudi? Ini Penjelasan Ketum Persis

Berhaji sebagaimana yang dicontohkan Nabi

Dalam hadis, Rasulullah bersabda, “Khudzuu anni manaasikakum." Yang artinya, “Berhajilah sesuai dengan yang aku sunahkan (ajarkan)."

 

photo
Infografis Wukuf Puncak Haji, Apa yang Dilakukan Jamaah Selama di Arafah? - (Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement