Rabu 12 Jul 2023 19:17 WIB

Ini Persiapan Layanan Kesehatan di Madinah Sambut Jamaah Haji dari Makkah

Jamaah haji diimbau menjaga kesehatan.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Erdy Nasrul
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Dokter memeriksa kesehatan calon haji di Klinik Kesehatan Satelit, kawasan Hotel Arkan Bakkah, Mahbas Jin, Mekah, Arab Saudi, Selasa (13/6/2023). Kemenag menyiapkan layanan pos kesehatan satelit di seluruh hotel yang ada di semua sektor kawasan Mekah untuk mendekatkan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji selama pelaksanaan ibadah haji.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Jamaah haji gelombang kedua mulai bergerak dari Makkah ke Madinah sebelum pulang ke Tanah Air. Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dr. Tri Atmaja Sugiyarno menyampaikan bahwa seluruh tenaga kesehatan dan pendukung yang bertugas di KKHI Madinah sudah bergerak dari Makkah ke Madinah sejak 7 Juli 2023.

"Seluruh petugas KKHI Madinah telah kembali dari Makkah ke Madinah sejak 7 Juli 2023 dan langsung melakukan persiapan dengan membersihkan ruang pelayanan yang ada seperti IGD, HCU, ruang nawat inap, dan sebagainya," kata Atmaja, Rabu (12/7/2023).

Baca Juga

Atmaja menyampaikan, tidak hanya petugas, seluruh alat kesehatan dan logistik obat-obatan, serta perbekalan kesehatan (Perbekkes) juga dimobilisasi kembali ke Madinah setelah digunakan untuk operasional pos kesehatan Mina selama puncak ibadah haji atau fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Selain persiapan pada sarana dan prasarana KKHI Madinah, Kasie Kesehatan Daker Madinah dr. Thafsin Alfarizi membagikan strategi yang akan dilaksanakan bidang kesehatan di Daker Madinah untuk menghadapi gelombang jamaah haji yang kedua. Pertama, pelaksanaan Medical Check Up (MCU) yang tujuannya untuk mencegah terjadinya kesakitan atau kematian sekaligus untuk skrining tanazul.

"MCU ini berlangsung mulai 11 Juli 2023 meliputi poli jantung, paru, penyakit dalam, dan psikiatri. Setiap harinya MCU akan melayani jamaah haji dengan kuota 20 jamaah per hari. Jamaah yang akan MCU akan dibantu fasilitasi antar jemput oleh tim Emergency Medical Team (EMT) sektor," jelas Thafsin.

Ia mengatakan, kedua, akan dilaksanakan peningkatan pelayanan di sektor melalui Tim EMT. Tim EMT akan bekerja sama dengan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk melakukan pemeriksaan ulang kondisi jamaah haji risiko tinggi (Risti). Selain itu akan dilakukan pemasangan tanda Risti atau tanda triage status kesehatan jamaah di depan kamar.

"Ketiga, penguatan layanan kesehatan kloter dengan memberikan kembali pembekalan klinis kepada TKHK oleh tim KKHI Madinah dan Tim EMT secara bergantian," ujarnya.

Thafsin mengatakan, selanjutnya dilakukan peningkatan layanan distribusi obat dan Perbekkes hingga ke kloter. Upaya ini akan didukung oleh optimalisasi distribusi melalui sektor yang dibantu oleh Tim EMT. Depo Farmasi Madinah juga akan berupaya untuk segera memenuhi kebutuhan obat-obatan dan Perbekkes sesegera mungkin.

KKHI Madinah juga melaksanakan optimalisasi layanan pemulangan pasien yang dirawat di KKHI. Rencananya dalam sehari akan dilakukan dua kali pemulangan pasien ke kloter yakni di pagi hari dengan menggunakan ambulans sektor dan di sore hari dengan menggunakan kendaraan operasional atau ambulans KKHI Madinah.

Thafsin menyampaikan bahwa, bidang kesehatan Daker Madinah akan berupaya meningkatkan kondisi kesehatan para jamaah haji selama di kota Madinah pasca Armuzna. Diketahui bahwa pasca Armuzna, kondisi jemaah haji masih kelelahan dan kasus pneumonia terus meningkat. Oleh karenanya jamaah haji diimbau disiplin pola hidup bersih dan sehat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement