Kamis 14 Sep 2023 14:51 WIB

ASPHIRASI Sepakat Adanya Tes Kesehatan Haji Sebelum Pelunasan

Kemenag akan membuat kebijakan terkait isthitaah kesehatan haji.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil
Pelayanan kesehatan haji (ilustrasi).
Foto: Dok MCH 2023
Pelayanan kesehatan haji (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kemenag akan membuat kebijakan terkait isthitaah kesehatan haji di mana calon jamaah haji alan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum pelunasan. 

Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) sepakat dengan kebijakan tersebut. Ketua Harian ASPHIRASI Nurbethi Usman Lubis mengatakan pemeriksaan kesehatan sebelum pelunasan itu lebih baik daripada setelah pelunasan.

Baca Juga

"Jika kondisi kesehatannya memang betul-betul  dalam risiko tinggi  yang dapat membahayakan jiwa jika calon jamaah tersebut berangkat  memang sebaiknya   ditangguhkan dahulu atau dibatalkan jika isthitaah permanen,"ujar dia kepada Republika.co.id, Kamis (14/9/2023).

Akan tetapi jika kondisinya tidak terlalu parah dan masih bisa diobati Noor yang juga CEO Asia Tour berharap pihak Kemenag dapat memberi kelonggaran agar jamaah tersebut dapat diberangkatkan. 

 

"Tentunya Permen tentang isthitaah kesehatan haji ini berpengaruh pada antrian kuota haji khusus "ujar dia

Saat ini untuk daftar antrian calon jamaah haji khusus di PIHK anggota Asphirasi  antara 6-7 tahun dan bisa mengajukan percepatan apabila sudah berjalan dua tahun terhitung dari tanggal pendaftaran. Pengaturan pemberangkatan haji khusus tetap mengacu kepada Siskohat Kemenag, sesuai dengan nomor porsi yang di keluarkan oleh Kemenag.

PIHK yang menjadi keanggotaan ASPHIRASI selalu memprioritaskan atau mengutamakan calon jamaah lansia terlebih dahulu yang sudah terdaftar dan ini sesuai ketentuan dari Kemenag juga. 

"Untuk calon jamaah  risiko tinggi (Risti) yang masih memungkinkan untuk berangkat haji, tapi  dikhawatirkan jika menunggu antrian terlalu lama akan menambah parah sakitnya, kami anjurkan untuk pindah ke furoda dengan pendampingan dari keluarga,"ujar dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement