Rabu 14 Feb 2024 22:27 WIB

Otoritas Saudi Temukan Sistem Irigasi Baru di Situs Arkeologi Jurash

Ditemukan juga kompor dan teras yang terbuat dari batu dan tanah liat.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Komisi Purbakala Saudi mengumumkan penemuan paling signifikan di situs arkeologi Jurash di wilayah Asir selatan.
Foto: SPA
Komisi Purbakala Saudi mengumumkan penemuan paling signifikan di situs arkeologi Jurash di wilayah Asir selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Komisi Purbakala Saudi mengumumkan penemuan paling signifikan di situs arkeologi Jurash di wilayah Asir selatan. Penggalian yang dilanjutkan selama musim ke-15 pada tahun 2023 mencapai puncaknya dengan ditemukannya Situs Arkeologi Jurash, salah satu situs arkeologi terpenting di bagian selatan Arab Saudi.

Tim ilmiah di situs tersebut, sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Rabu (14/2/2024), mengungkapkan unit hunian arsitektur baru yang dindingnya dibangun dengan batu dan tanah liat.

Baca Juga

"Unit-unit ini merupakan perpanjangan dari apa yang terungkap selama penggalian arkeologi di 14 musim sebelumnya, khususnya di sisi utara situs," demikian disampaikan Komisi Purbakala Saudi.

Komisi Purbakala juga mengumumkan penemuan teknologi irigasi baru untuk pertama kalinya di lokasi tersebut. Berupa sumur yang dibangun dengan metode tumpukan batu, yang dihubungkan dengan saluran air yang dibangun dengan dua baris batu dengan saluran di tengahnya untuk menyalurkan air ke unit pemukiman.

 

Termasuk juga saluran lain yang bercabang darinya yang mengalir ke cekungan air yang berdekatan dengan unit. Ditemukan juga kompor dan teras yang terbuat dari batu dan tanah liat.

Ditemukan juga sejumlah peralatan batu untuk keperluan sehari-hari, selain koleksi manik-manik yang terbuat dari batu halus. Terkait temuan arkeologis, ditemukan batu granit berisi prasasti Islam yang terdiri atas tiga baris, dan dianggap yang kedua di situs tersebut.

Sekelompok besar perkakas batu untuk keperluan sehari-hari juga ditemukan, termasuk alu, bubuk, penggiling, penggilingan dengan berbagai ukuran dan bentuk, pecahan tembikar biasa dan kaca, kaca, steatite untuk badan, tepi dan gagang tembikar, kaca dan bejana batu. dengan berbagai ukuran, dan manik-manik terbuat dari batu mulia.

Melalui proyek penggalian, komisi berupaya mempelajari dan mendokumentasikan situs arkeologi, melestarikan dan memperkenalkannya, serta mengambil manfaat darinya. Karena situs tersebut merupakan sumber daya budaya dan ekonomi yang penting dalam tanggung jawabnya terhadap warisan budaya, melindungi dan merawatnya, serta menyoroti peran peradaban Arab Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement