Ahad 14 Sep 2014 11:21 WIB

Cegah Calhaj Penyusup, Polisi Arab Perketat Pemeriksaan

Rep: c 64/ Red: Indah Wulandari
Polisi Arab Saudi melakukan pemeriksaan sidik jari untuk mencari jamaah haji tanpa izin resmi
Foto: Arab News
Polisi Arab Saudi melakukan pemeriksaan sidik jari untuk mencari jamaah haji tanpa izin resmi

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH--Pihak kepolisian Kerajaan mengintensifkan pemeriksaan di setiap jalan dan rute yang akan dilalui para jamaah menuju Makkah. Langkah ini merupakan upaya untuk menghentikan jamaah calon haji ilegal.

"Ekspatriat tanpa izin dapat dideportasi dan mendapatkan denda karena telah melanggar aturan polisi Saudi," kata kepala kepolisian Makkah Mayjen. Abdulaziz Al-Asouli seperti yang dilaporkan Arab News, Ahad (14/9).

Sementara itu, seorang pejabat berpangkat tinggi baru-baru ini mengumumkan, setiap peziarah ilegal yang tertangkap pihak keamaan maka segera dikirim kembali ke kota maupun negara masing-masing dengan tindakan hukum yang ketat.

Ia berkata, pada tahun ini baru pertama kali peraturan tersebut diberlakukan. Pada tahun lalu sekitar 15 ribu peziarah tertangkap dan dilarang masuk ke Makkah.

Dilaporkan, banyak orang-orang tanpa izin haji sering mengambil rute berbatu dari Taif ke Makkah dan berharap tidak menemukan pos pemeriksaan. Oleh karena itu,  mereka lebih memilih untuk memutar melalui daerah pegunungan untuk menghindarinya.

"Kampanye inspeksi Haji telah diintensifkan untuk melindungi hak-hak jamaah yang memiliki izin," lanjutnya.

Pada 2012 lalu polisi Kerajaan polisi berhasil menggagalkan sekitar 1,4 juta jamaah tanpa izin atau ilegal. Kemudian, pada 2013 mengalami penurunan sebesar 65 persen menjadi 484 ribu orang.

Pada tahun-tahun sebelumnya para jamaah ilegal mampu menghindari pos-pos pemeriksaan di jalan-jalan menuju Makkah dengan mengambil jalan memutar.

"Keberhasilan tahun lalu akan membantu otoritas Saudi mengintensifkan kampanye dan mengakhiri fenomena seperti ini sekali dan untuk semua," ujar Ali Abdul Khaleq, seorang ahli Haji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement